Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

Dinkes Sumut Cek Kesehatan Jiwa, Bebas Pasung Orang Gangguan Jiwa

Danres Saragih - Jumat, 10 Juli 2026 20:34 WIB
120 view
Dinkes Sumut Cek Kesehatan Jiwa, Bebas Pasung Orang Gangguan Jiwa
Foto: harianSIB.com/Danres Saragih
KONPRES: Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumut Hery Valona Bonatua Ambarita.

Medan(harianSIB.com)

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak hanya mendeteksi penyakit fisik, tetapi juga mengidentifikasi indikasi gangguan kesehatan jiwa masyarakat sejak dini. Dari sekitar 2,8 juta warga yang telah mengikuti skrining kesehatan, ditemukan indikasi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang mengalami gejala kecemasan dan stres.

"Saat skrining kesehatan, kita menemukan masyarakat yang mengalami cemas dan stres yang masih dalam tahap rentang awal. Semua orang bisa mengalami hal ini, tapi harus dikendalikan agar tidak menjadi gangguan jiwa berat," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Hery Valona Bonatua Ambarita pada konferensi pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (10/7/2026).

Menurut Hery, Kementerian Kesehatan RI memperkirakan sekitar 1,2 persen populasi Indonesia mengalami gejala kecemasan dan stres yang berpotensi menjadi masalah kesehatan jiwa apabila tidak ditangani dengan baik.

"Kementerian Kesehatan telah mengambil rata-rata 1,2 persen dari populasi penduduk Indonesia mengalami cemas dan stres. Artinya, dari 10 orang terdapat satu hingga dua orang ODMK. Kondisi ini masih situasional, makanya harus dikendalikan dengan meningkatkan pertahanan diri juga edukasi dan terapi," terang Hery.

Baca Juga:
Ia menjelaskan, hasil skrining menunjukkan kelompok remaja menjadi yang paling banyak terindikasi mengalami kecemasan dan stres. Faktor penyebabnya antara lain beban tugas sekolah yang tinggi. Selain itu, orang dewasa juga banyak mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi, seperti kebutuhan biaya pendidikan anak dan tuntutan hidup lainnya.

Untuk menangani persoalan tersebut, pemerintah menjalankan dua pendekatan. Pertama, melakukan deteksi dan penanganan dini terhadap ODMK agar tidak berkembang menjadi gangguan jiwa berat. Kedua, memberikan pelayanan komprehensif bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membutuhkan penanganan dokter spesialis jiwa, terapi intensif, hingga perawatan di rumah sakit.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dinkes Tapteng Ajak Warga Manfaatkan CKG dan Skrining Tuberkulosis
Satu Tahun Berjalan, Program CKG di Kota Medan Capai 96 Persen Sekolah
Peringati HKN ke-61, Dinkes Medan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah Kader Posyandu
14 Ribu Siswa di Medan Sudah Manfaatkan Program CKG
Lebih dari 1,4 Juta Warga Sumut Manfaatkan PKG, Taput Tertinggi
Gubernur Sumut Bersama Bupati Sergai  Launching CKG Anak Sekolah di SMA Negeri 1 Perbaungan
komentar
beritaTerbaru