Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Tak Mampu Bayar Persalinan, Ibu dan Bayinya Ditahan RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi

* Pihak RSUD Membantah
- Kamis, 20 September 2018 10:30 WIB
510 view
Tak Mampu Bayar Persalinan, Ibu dan Bayinya Ditahan RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi
SIB/INT
Ilustrasi
Pagurawan (SIB)- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kumpulan Pane Tebingtinggi dituding menahan bayi dan ibu yang baru melahirkan karena tidak mampu membayar uang persalinan Rp 7,5 juta.

Pasien tersebut bernama Nurlina Kristina (34) warga Dusun Sei Periuk Desa Sei Buah Keras Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, masuk RSUD Kumpulan Pane 15 September 2018 dan melahirkan bayi laki-laki dengan operasi caesar.

Hal itu dikatakan Jonson Effendi (39) suami Nurlina Kristina kepada SIB, Rabu (19/9).

Menurut Jonson, sebelumnya dia telah mengurus BPJS Kesehatan di Indrapura dan menyerahkan surat BPJS ke pihak rumah sakit. Namun, pihak rumah sakit mengatakan surat itu tidak berlaku lagi dan istrinya dirawat melalui jalur umum.

"Kemarin bayi dan istri saya sudah diperbolehkan pulang tapi karena biaya tidak ada, akhirnya ditahan pihak rumah sakit. Saya sudah berusaha mencari pinjaman sama keluarga maupun orang lain, namun tidak ada. Kerja saya hanya sopir, lepas biaya ke rumah sudah syukur," katanya.

Dia mengaku sudah berjanji ke pihak rumah sakit dengan perjanjian hitam di atas putih, namun pihak rumah sakit tetap menahan bayi dan istrinya jika tidak membayar biaya bersalin. "Kalau pihak rumah sakit tetap tidak memberikan izin kepada saya membawa istri dan anak saya pulang, terpaksa anak saya ini dijual untuk menutupi biaya bersalin," ucapnya.

Jonli, staf RSUD Kumpulan Pane ketika dihubungi SIB, Rabu (19/9) malam melalui telepon selulernya mengatakan, tidak betul pihak rumah sakit menahan pasien yang selesai bersalin. "Pasien tersebut masuk melalui jalur umum dan meminta di ruangan VIP, perjanjian hitam di atas putih yang diminta orang tua bayi, bicara saja dengan kuasa hukum rumah sakit," jelasnya. (E17/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru