Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 28 Agustus 2026
Presiden Buka MTQN XXVII 2018

Jokowi : Jadikan MTQN Bumikan Alquran ke Dunia Nyata

- Senin, 08 Oktober 2018 10:39 WIB
388 view
Jokowi : Jadikan MTQN Bumikan Alquran ke Dunia Nyata
SIB/Danres Saragih
PUKUL BEDUK : Presiden Ir H Joko Widodo memukul beduk disaksikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Gubsu Edy Rahmayadi pada pembukaan MTQ Nasional XXVII di areal Gedung Se
Medan (SIB) -Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo membuka secara resmi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII 2018 di Gedung Serbaguna Astaka, Jalan Willem Iskandar Medan, Minggu (7/10) malam. Sekira puluhan ribu masyarakat hadir dalam pembukaan acara  tersebut. 

Turut hadir ibu negara Iriana Jokowi, Menteri Agama  Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Gubsu Edy Rahmayadi, Wakil Gubsu Musa Rajekshah, para tamu negara sahabat, para gubernur se-Indonesia, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya

Dalam sambutannya, Jokowi berharap MTQN ini bukan hanya menjadi acara rutin biasa. Melainkan dapat menjadi sumber kesejukan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, (persaudaraan Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), maupun ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama). "Alquran sejak diturunkan sudah menjadi pedoman umat Islam. Menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu saya mengajak semua untuk memandang MTQN ini bukan hanya menjadi acara rutin lomba membaca dan melestarikan seni saja, melainkan mengajak semua masyarakat untuk menjadikan MTQN ini sebagai suntikan energi untuk lebih membumikan Alquran ke dalam dunia nyata dan dunia sehari-sehari," ucap Jokowi yang malam itu tampil dengan busana Melayu Deli berwarna merah.

Pembukaan MTQN XXVII  ditandai dengan pemukulan beduk. Turut mendampingi Jokowi, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani dan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang malam itu juga tampil mengenakan busana adat Melayu Deli.

Dilanjutkan Jokowi, ayat-ayat dalam Alquran dapat menjadi renungan bagi umat Islam. "Memperkokoh akhlakul karimah kita dan bisa memberikan ide-ide besar untuk kepentingan kemaslahatan umat. Dengan membaca Alquran kita selalu merasa damai. Rasa inilah yang harus ditularkan dalam kehidupan berbangsa Indonesia. Jika rasa itu diterapkan, maka tidak ada lagi hoax, fitnah, caci mencaci sesama umat, tidak ada lagi gesekan antarsesama umat karena masalah kecil, karena beda pandangan politik dan ego kita. Islam itu juga Rahmatan Lilalamin. Umat Muslim juga harus menjaga kerukunan, persatuan dan persaudaraan bangsa," katanya. 

Di awal pembukaan, Jokowi juga mengucapkan selamat datang kepada para peserta MTQ dari Sabang sampai Merauke. Tak lupa Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia sedang berduka. Untuk itu, ia mengajak semua mengirimkan doa Surat Alfatihah kepada korban maupun keluarga koban bencana di Sulteng dan NTB.

Sementara itu Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dalam laporannya menyampaikan, meski pembukaannya tertunda sehari, dia tetap mengapresiasi antusiasme dari Presiden RI untuk tetap membuka MTQN XXVII 2018 di Provinsi Sumut. 

Dia menyebutkan bahwa MTQN ini telah memasuki usia 60 tahun pelaksanaan. Pertama sekali MTQN dilaksanakan tahun 1958 di Ujungpandang, Makassar, Sulawesi Selatan. "Provinsi Sumut ini perlu waktu 47 tahun untuk menjadi tuan rumah. Terakhir kali Sumut menjadi tuan rumah pada 1971," katanya.

Dikatakannya, tahun ini penyelenggaraan MTQN dilakukan inovasi baru dengan menggunakan teknologi informasi. Pendaftaran peserta dengan finger print.
Proses penjurian juga melalui aplikasi elektronik.  Selain perlombaan juga dilaksanakan kegiatan layanan publik, seperti konsultasi syariah, produk halal, layanan 60 menit membaca Alquran dan lainnya.

Sementara itu Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam sambutannya mengatakan, bagi Provinsi Sumut pelaksanaan MTQN ini menjadi momen dan motivasi untuk lebih bekerja keras dan ikhtiar. Juga untuk memberikan kontribusi lebih baik mensejahterakan masyarakat Sumut yang bermartabat. "Perlu diketahui bahwa MTQN ini, keberadaannya bukan hanya dirasakan umat Islam di Sumut melainkan juga dirasakan umat dari agama lainnya," katanya.
Sementara itu, MTQN XXVII ini diikuti 1555 kafilah dari 34 provinsi. (A11/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru