Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026
Beberapa Hari Selesai Dikerjakan

Proyek TPT di Jalan Nasional Dolokmargu Lintongnihuta Jebol

- Senin, 08 Oktober 2018 10:52 WIB
491 view
Proyek TPT di Jalan Nasional Dolokmargu Lintongnihuta Jebol
SIB/Dok
JEBOL: Proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di jalan nasional jurusan Doloksanggul - Siborongborong, tepatnya di perlintasan Desa Dolok Margu, Kecamatan Lintong Nihuta, baru beberapa hari selesai dikerjakan sudah jebol, foto dipetik Jumat (5/10).
Humbahas (SIB) -Pengerjaan proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di jalan nasional jurusan Doloksanggul - Siborongborong,  tepatnya di perlintasan Desa Dolok Margu, Kecamatan Lintong Nihuta  diduga asal jadi. Pasalnya, masih dalam hitungan hari, TPT yang satu paket dengan pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional itu jebol tergerus air.

Pantauan wartawan di lokasi, Sabtu (6/10) material pasangan proyek terlihat hancur dan berserakan. TPT tersebut juga tampak membentuk lobang yang diperkirakan bakal  meruntuhkan TPT setinggi enam meter itu.

Beberapa warga setempat mengatakan dugaan sementara jebolnya bangunan TPT itu diakibatkan pengerjaannya diduga asal jadi. Selain itu, kecerobohan pekerja proyek juga diduga turut jadi penyebab rusaknya proyek tersebut.

"Pembangunan TPT ini masih sekitar satu minggu yang lalu selesai dikerjakan, namun tidak berselang lama, proyek tersebut sudah jebol. Dugaan kita, ini akibat pekerjaan yang asal jadi dan kecerobohan pekerja proyek yang tidak memperhatikan tekanan dan volume air," ujar seorang warga, Radiman Silaban.

Dia juga menyebutkan, bahwa adonan pasir dan semen diduga tidak sebanding. Sementara material pasir yang digunakan dalam pembangunan TPT itu tidak sesuai  spesifikasi untuk pekerjaan proyek. Material pasir diduga bercampur tanah sehingga sulit menyatu dengan semen.

Dalam kesempatan yang sama, Sekdes Dolok Margu, Riten Silaban kepada wartawan mengatakan, seyogianya pekerjaan TPT itu harus dalam pengawasan pihak terkait dan melibatkan konsultan yang ahli di bidangnya.

"Pekerjaan ini tidak bisa kita remehkan. Karena ini menjadi masalah yang serius di Desa Dolokmargu dari tahun ke tahun. Awalnya ini hanya saluran drainase, namun karena selalu tergerus air, saluran ini membentuk jurang sedalam enam meter lebih dan harus membutuhkan TPT. Sebab saat hujan deras, volume air yang melintasi  kawasan ini 500-an liter per detik," jelasnya.

Warga lainnya, Maradu Silaban menyebutkan bahwa TPT ini harus dibongkar dan dilakukan perbaikan, sehingga tidak menyebabkan kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Pria yang mengaku sebagai pekerja bengunan itu mengatakan, bahwa pembangunan TPT itu harus menggunakan paku bumi dan cor tulang besi sehingga memiliki pondasi yang kuat.  

"Berdasarkan pengalaman kita, pembangunan TPT dari kedalaman jurang enam meter lebih harus memperhatikan tekanan dan volume air. Selain itu saluran air harus segera dibuka sehingga tidak bertumpu pada TPT yang sedang dibangun," jelasnya.

Untuk diketahui, sesuai dengan isi papan proyek yang sempat berdiri di lokasi, bahwa pekerjaan TPT itu satu paket dengan preservasi pelebaran jalan Doloksanggul-Siborongborong dari Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga melalui Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah II Medan. Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Utara, nama PPK, Pejabat Pembuat Komitmen 07 (Balige CS).

Terlihat di plank proyek, Preservasi Pelebaran Jalan Doloksanggul-Siborongborong-Silimbat-Batas Kabupaten Taput-Sp Silangit-Bandara  Silangit, kode proyek 523131, lokasi Kabupaten Humbahas/Taput/Tobasa, jenis kontrak fixed unit price. 

Dengan biaya sebesar Rp19.641.995.795 dikerjakan oleh PT Barelang Konstruksi dengan nomor kontrak 01/KTR-APBN/Bb2-Wil 1.S7/2018, tanggal 02 Maret 2018. Supervisi PT Triduta Mitraparama, KSO PT TransimaCitra Indo Consultant, PT Surya Perdana konsultan. (BR8/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru