Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Australia Masukkan RI dalam Daftar Negara Berisiko Corona

* Kemenkes Beberkan 5 Negara Beresiko Penyebaran Corona
Redaksi - Selasa, 03 Maret 2020 12:08 WIB
194 view
Australia Masukkan RI dalam Daftar Negara Berisiko Corona
cnnindonesia.com
Pemerintah Australia memasukkan Indonesia sebagai salah satu negara berisiko menyebarkan virus corona atau Covid-19.
Jakarta (SIB)
Pemerintah Australia memasukkan Indonesia sebagai salah satu negara berisiko menyebarkan virus corona atau Covid-19.
Melalui situs departemen kesehatan, Australia merilis daftar negara-negara yang dianggap memiliki risiko menularkan dan menyebarkan virus corona.

Daftar itu membagi negara-negara tersebut ke dalam dua daftar yakni negara dengan risiko lebih tinggi dan sedang.
Daratan China, Iran, Italia, dan Korea Selatan masuk dalam daftar negara dengan risiko lebih tinggi dalam situs departemen kesehatan itu.

Sementara itu, Hong Kong, Kamboja, Indonesia, Jepang, Singapura, dan Thailand masuk dalam negara-negara dengan risiko sedang.

Menurut pemaparan Departemen Kesehatan Australia, daftar negara-negara itu didasarkan atas risiko orang-orang yang tertular Covid-19 karena melakukan perjalanan ke negara terpapar dan atau berdasarkan pola perjalanan antara negara-negara tersebut dengan Negeri Kanguru.

“Rekomendasi ini tidak berlaku untuk penumpang atau orang-orang yang hanya singgah melalui bandara di negara-negara dengan risiko sedang,” bunyi pernyataan Departemen Kesehatan Australia dalam situs resmi itu pada Senin (2/3).

Departemen Kesehatan Australia menuturkan daftar tersebut memuat nama negara-negara yang dianggap lembaga Communicable Diseases Network Australia (CDNA) menimbulkan risiko penularan kepada wisatawan yang tiba di Australia.

Dalam publikasi terbaru CDNA terkait panduan sementara soal penanganan virus corona, lembaga tersebut merekomendasikan petugas medis dan dokter di Australia untuk mempertimbangkan memeriksa orang-orang yang menderita penyakit seperti gejala corona dan dalam 14 hari sebelumnya pernah bepergian ke Hong Kong, Indonesia, Jepang, Singapura, Thailand, Iran, Italia, Korea Selatan, dan Kamboja.

Publikasi itu dirilis CDNA sekitar pertengahan Februari lalu. Meski Indonesia saat itu dan Kamboja belum memiliki kasus corona, namun sejumlah pihak khawatir bahwa kondisi sebenarnya tidak lah seperti itu.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada 28 Februari lalu juga mempertanyakan laporan yang menyatakan bahwa sampai saat itu belum ada kasus virus corona yang terjadi di Indonesia.

Morrison mempertanyakan kemungkinan ada kasus corona di Indonesia yang belum terkonfirmasi dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Australia, 3AW.

Dalam wawancara tersebut, Morrison mengatakan klaim Indonesia terkait belum ada data soal infeksi virus corona merupakan “fungsi dari kemampuan mereka untuk menguji”.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga sempat mengungkapkan kekhawatiran bahwa virus corona belum terdeteksi di Indonesia.
Salah satu studi Universitas Harvard berjudul Using Predicted Imports of 2019-nCoV Cases to Determine Locations that may not be Identifying All Imported Cases juga menduga virus corona seharusnya sudah masuk ke Indonesia.

Saat dikonfirmasi, Kedutaan Besar Australia di Jakarta mengakui bahwa CDNA bukan merupakan lembaga pemerintah. Namun, pengumuman daftar negara berisiko corona rekomendasi CDNA dirilis dalam situs resmi Departemen Kesehatan Australia.

Berisiko
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan lima negara yang berisiko menjadi penyebaran virus corona. Negara-negara ini berisiko untuk para pelancong (traveler) versi Kemenkes.

"Kami tidak dalam posisi untuk mengatakan yang ini harus ini dan sebagainya. Kita bicara tentang risiko terhadap traveler dari negara ini ke sana dan negara sana ke mari. Serta prosedur yang bisa kita lakukan di setiap negara," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Anung Sugiantono di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Kemenkes, lanjut Anung, tidak dalam posisi untuk merekomendasikan menutup jalur penerbangan dari negara lain ke RI. Kemenkes hanya bicara dalam kapasitas pola kesehatan dan faktor yang terkait (epidemilogis).

"Kita tidak dalam posisi mengatakan yang A di close. Yang B di buka jalan dengan pembatasan. Yang C tidak, kami hanya bicara epidemilogis," ujar Anung.

Kelima negara tersebut, kata Anung, dari China daratan hingga Italia. Sementara Jepang, tidak termasuk dalam daftar berisiko itu.
"Yang kami sampaikan saat ini adalah, mainland China tetap, kedua Korea Selatan, ketiga Italia, yang keempat Iran, yang kelima Singapura. Karena situasi perkembangan statusnya yang terus dilaporkan secara periodik kepada kami," ucap Anung.
"Sampai sekarang kita belum berikan notifikasi kepada Jepang, sampai sekarang," imbuhnnya. (CNNI/detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru