Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

1.000 Warga AS Wajib Karantina, Kantor Facebook Ditutup Sementara

Redaksi - Jumat, 06 Maret 2020 10:57 WIB
175 view
1.000 Warga AS Wajib Karantina, Kantor Facebook Ditutup Sementara
AP Photo/Kevin Hagen
Petugas membersihkan rangkaian kereta api bawah tanah di New York sebagai upaya pencegahan wabah virus corona &l
New York (SIB)
Otoritas kota New York mengonfirmasi 11 orang positif virus corona di wilayahnya. Terkait kasus itu, sedikitnya 1.000 orang yang melakukan kontak dekat dengan para pasien virus Corona diminta menjalani karantina sendiri (self-quarantine). Seperti dilansir CNN, Kamis (5/3), otoritas New York saat ini mencari orang-orang yang diketahui melakukan kontak dekat dengan para pasien virus Corona, khususnya lima pasien virus Corona yang baru saja terkonfirmasi di New York.

Sejauh ini, sudah 11 orang dinyatakan positif virus Corona di New York, dengan salah satunya merupakan kasus pertama penularan masyarakat (community spread) yang berarti sumber penularannya tidak diketahui secara jelas. Gubernur New York, Andrew Cuomo, menyatakan bahwa sekira 1.000 orang diminta untuk melakukan karantina sendiri (self-quarantine). Disebutkan lebih lanjut bahwa departemen kesehatan setempat akan menghubungi orang-orang yang diwajibkan menjalani self-quarantine itu.

Mereka yang diminta menjalani self-quarantine termasuk sejumlah jemaat synagogue Young Israel of New Rochelle di Westchester County, yang menjadi lokasi beberapa kasus virus Corona yang terkonfirmasi. Pejabat eksekutif Westchester County, George Latimer, menyatakan bahwa siapa saja yang menghadiri ibadah di Young Israel pada 22 Februari dan siapa saja yang menghadiri pemakaman dan bar mitzvah pada 23 Februari, diwajibkan menjalani self-quarantine.

Otoritas AS sejauh ini telah mengonfirmasi 158 kasus virus Corona di wilayahnya, dengan 11 orang meninggal dunia. Berbagai langkah dilakukan otoritas AS untuk mencegah penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China. Seluruh sekolah di Mount Vernon, pinggiran New York City, diliburkan hingga 9 Maret mendatang. Kantor Facebook di Seattle, Washington, ditutup sementara setelah satu karyawannya positif virus Corona.

Pasien Sembuh Capai 56 Persen
Sementara itu, jumlah pasien virus corona yang dinyatakan sembuh semakin bertambah. sebanyak 56 persen pasien virus corona di seluruh dunia telah pulih dari infeksi. Data dari South China Morning Post (SCMP) menyebutkan total kasus infeksi di seluruh dunia sampai pada Kamis (5/3) pukul 13.30 WIB sebanyak 95.169 kasus. Dari jumlah tersebut, 53.276 di antaranya sudah pulih atau sebanyak 56 persen.

Untuk jumlah korban meninggal adalah 3.284 (3,45 persen). Sementara itu data dari gisanddata.maps.arcgis.com tidak berbeda jauh dengan SCMP. Di situs web tersebut tercantum total kasus infeksi virus corona di seluruh dunia sebanyak 95.411 kasus. Dari jumlah itu pasien yang sembuh sebanyak 53.255 (55,7 persen), dan yang meninggal 3.285 orang (3,44 persen).
Situs gisanddata.maps.arcgis.com merupakan kumpulan data kasus infeksi virus corona yang dibuat oleh Johns Hopkins University. Melalui para ahlinya, universitas yang berlokasi di Baltimore, Amerika Serikat (AS), ini aktif memantau perkembangan penyebaran virus corona di seluruh dunia. Meningkat dalam dua hari Persentase jumlah pasien virus corona yang pulih ini meningkat jika dibandingkan data Selasa (3/3).

Saat itu SCMP menyebutkan jumlah kasus infeksi virus dari China ini sebanyak 90.899 kasus di seluruh dunia. Sebesar 52 persen penderita virus corona dilaporkan sudah pulih, tepatnya 48.002 pasien. Kemudian data dari Johns Hopkins University menunjukkan, jumlah penderita yang pulih terbanyak ada di "Negeri Tirai Bambu", tepatnya di Provinsi Hubei, yakni 36.167 orang.

Untuk luar China, angka kepulihan tertinggi dicatatkan oleh Iran. Negara pimpinan Hassan Rouhani tersebut mencatat 291 pasien virus corona yang sembuh. Di bawah Iran ada Italia (149), Singapura (78), Hong Kong (36), dan Jepang (32). Bahkan, Vietnam melaporkan semua pasien virus corona sebanyak 16 orang dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit. Satu di antara 16 pasien tersebut berusia 73 tahun, dan diizinkan keluar dari rumah sakit pada Rabu (26/2).

Meski persentase pasien sembuh meningkat, tapi masyarakat harus tetap waspada karena persentase korban meninggal juga bertambah. Sampai berita ini dirilis, data dari SCMP menyebut 3.284 orang meninggal. Sedangkan Johns Hopkins University berbeda sedikit dengan mencantumkan angka 3.285 untuk korban meninggal. Namun demikian persentase pasien meninggal dari keduanya tidak berselisih jauh. Di SCMP sebanyak 3,45 persen, sedangkan di database Johns Hopkins University tercatat 3,44 persen.

Dibandingkan dengan jumlah korban pada Selasa (3/3) ada peningkatan 0,4 persen, untuk data dari Johns Hopkins University. Hari itu pasien meninggal sebanyak 3.116 atau 3 persen dari jumlah kasus. China menyumbang angka kematian tertinggi sebanyak 2.943 korban, disusul Korea Selatan (28), Italia (52), Iran (66), dan Jepang (6). Jumlah tersebut di luar korban meninggal di kapal Diamond Princess sebanyak 6 orang. (SCMP/gisanddata.maps.arcgis.com/kps/AP/detikcom/CNNI/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru