Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Survei: 80% Publik Anggap Corona sebagai Ancaman Indonesia

* Soal Penanganan, Kepercayaan Publik ke Pemerintah Tinggi
Redaksi - Jumat, 06 Maret 2020 11:07 WIB
125 view
Survei: 80% Publik Anggap Corona sebagai Ancaman Indonesia
news.detik.com
Survei tersebut dijelaskan langsung oleh Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo dalam acara 'Diskusi Publik Corona: Ujian Kebersamaan bagi Indonesia' yang digelar di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2020).<
Jakarta (SIB)
Virus Corona yang secara resmi diumumkan Presiden Jokowi masuk ke Indonesia awal pekan ini mengundang perhatian luas masyarakat. Hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menunjukkan sebanyak 80% masyarakat Indonesia menganggap virus tersebut sebagai ancaman.

Survei tersebut dijelaskan langsung oleh Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo dalam acara 'Diskusi Publik Corona: Ujian Kebersamaan bagi Indonesia' yang digelar di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2020).

Kunto menjelaskan, ada sekitar 483 responden mayoritas berusia 22-36 tahun yang terlibat dalam survei ini, dengan margin of error sebesar 4,46%. Metode survei adalah wawancara via telepon.

"Lalu kemudian kita tanya persepsi ancaman terhadap virus Corona, jadi 80% bilang virus Corona itu ancaman bagi Indonesia," katanya.

Dalam menghitung angka tersebut, Kunto menjelaskan pihaknya menggunakan skala 1 hingga 10. Skala 1 menandakan sangat tidak setuju dan skala 10 mengartikan sangat setuju. Angka rata-rata survei pada pembahasan ini mengarah ke angka 7,5 di mana hal tersebut mengindikasikan banyak masyarakat Indonesia yang setuju jika virus Corona adalah ancaman.

"Kalau kita lihat tradisinya itu di (angka) 7,5. Jadi rata-rata orang Indonesia menganggap Corona itu sebagai ancaman yang serius," tutur Kunto.

Hasil survei dari KedaiKOPI ini juga menunjukkan jika media sosial sebagai medium tertinggi masyarakat dalam mendapatkan informasi terkait virus corona dengan angka sebesar 79,5%. Angka tersebut diikuti oleh media online dan televisi dengan masing-masing persentase sebesar 77,4% dan 72,7%.

"Di situasi seperti ini, masyarakat kemudian berbondong-bondong mencari informasi dan ternyata media sosial sumber informasi yang paling tinggi yang diakses responden kami. Tapi kami yakin ini pilihan yang multiple choices karena kami yakin dia juga dapat dari media online dan lain sebagainya. TV juga masih menjadi medium yang penting untuk mengisi kekosongan informasi ternyata," papar Kunto.

Tinggi
Sementara itu, Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) merilis hasil survei terkait persepsi masyarakat soal wabah virus Corona. Hasilnya, kebanyakan publik percaya kepada pemerintah dalam mengatasi virus tersebut.
Hasil survei tersebut dipaparkan oleh Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo ketika dirinya menjadi narasumber di acara 'Diskusi Publik Corona: Ujian Kebersamaan Bagi Indonesia'. Acara diselenggarakan di Aula Nurcholis Madjid Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Mampang Jakarta Selatan, Kamis (5/3).

Kunto menjelaskan jika waktu survei dilakukan pada tanggal 3-4 Maret 2020. Jumlah responden dalam survei berjumlah 483 orang. Metode yang digunakan adalah wawancara telepon. Margin of error survei sebesar 4,46%.

Responden ditanya beberapa hal terkait isu Corona, mulai dari pengetahuan dan persepsi virus Corona, kecukupan informasi, hingga kepercayaan terhadap pemerintah dalam menangani wabah virus Corona.

Untuk pertanyaan terkait kepercayaan terhadap pemerintah dalam menangani virus Corona, hasil survei KedaiKOPI menunjukkan jika sebesar 66,6% masyarakat Indonesia meyakini pemerintah mampu menghadapi virus corona. Hal itu berbanding terbalik dengan hanya 33,4% masyarakat yang masih pesimis dengan kemampuan pemerintah.

"Jadi masih cukup oke lah. Artinya kepercayaan publik di level yang tergolong tinggi," kata Kunto Adi Wibowo.
Angka kepercayaan publik yang tinggi terhadap pemerintah tersebut juga selaras dengan hasil survei terkait kecukupan informasi yang didapat masyarakat dari pemerintah soal virus corona.

Hasil survei menunjukkan jika sebesar 62,1% masyarakat merasa informasi yang disebarkan oleh pemerintah terkait virus corona sangat memadai. Hanya 37,9% saja jumlah masyarakat yang merasa informasi yang diberikan oleh pemerintah sangat kurang.

"Lalu kita tanya karena dari awal campaign-nya pemerintah bilang cuci tangan pakai sabun bisa mencegah virus corona. Kita tanya persepsi mereka terhadap hal itu dan jawabannya 86% menjawab bisa. Hal ini sangat positif. Artinya kampanyenya berhasil, komunikasi yang disampaikan pemerintah diterima dan dipercaya publik," kata Kunto.

Meski kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam penanganan virus corona tinggi, edukasi publik, kata Kunto masih harus terus digencarkan oleh pemerintah. Pemerintah harus mengidentifikasi isu-isu apa saja terkait corona yang mesti diedukasi kepada publik.
"Edukasi masih harus dijalankan, edukasinya harus terarah. Pemerintah harus mengidentifikasi isu-isunya apa dan itu yang harus diedukasikan ke publik," pungkas Kunto. (detikcom/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru