Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 11 Juni 2026
Jokowi Ajak Zulhas Makan Siang di Bogor

TKN: Jokowi Dukung Prabowo 200 Persen

* Bantah Dinner Jokowi-Prabowo Tanda Kepanikan
Redaksi - Senin, 08 Januari 2024 08:46 WIB
288 view
TKN: Jokowi Dukung Prabowo 200 Persen
(Foto: Tim Media PAN/Jordy via Detikcom)
TERTAWA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) tertawa di sela-sela makan siang di Medja Restaurant, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/1). 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) makan siang di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/1). Pertemuan Jokowi dan Zulhas ini berlangsung setelah Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto.
Momen makan siang tersebut berlangsung di Medja Restaurant, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat. Zulhas tiba di restoran sekitar pukul 12.00 kemudian disusul Jokowi yang datang 12.39.
Berdasarkan foto dan video yang diterima, makan siang berlangsung hangat. Selain makan siang berdua, Zulhas juga turut didampingi kader PAN yang tergabung dalam Blue Squad.
Antara lain Zita Anjani, Eko Patrio, Sigit Purnomo atau Pasha Ungu, Adelia Pasha, Uya Kuta, Astrid Uya Kuya, Bima Arya, dan Viona Rosalina. Usai makan siang, Jokowi juga sempat menyapa dan berfoto-foto dengan para kader PAN tersebut.
Usai makan siang, Zulhas menjelaskan apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut di antaranya terkait sambutan pasangan Prabowo-Gibran saat dirinya kampanye keliling Indonesia.
“Saya kan koalisi, lapor ya kan. Saya (sudah keliling) ke Indonesia Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur. Saya bilang, Pak, kami dapat sambutan yang hangat, Pak Prabowo-Gibran sambutannya luar biasa, hangat sekali,” ujar Zulhas kepada wartawan.
Menurut Zulhas, dengan kerja waktu yang ada hingga hari pemilihan, dirinya yakin Prabowo-Gibran bisa menang satu putaran.
“Menurut saya, di sisa waktu, kalau kerja keras, (dengan) menyapa rakyat, menyampaikan pikiran-pikiran kita, menyampaikan apa yang (telah) kita lakukan, melanjutkan apa yang dikerjakan Pak Jokowi. Pak Jokowi ini kan sangat pembaharu yah, membangun UMKM, tol Jawa tembus, tol Sumatera tembus, kalau saudara pergi ke Labuan Bajo, hotel bintang 5 banyak, jadi maju sekali,” ujar Zulhas.
“Ini ingin kita lanjutkan, termasuk urusan-urusan yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak, seperti PKH, bansos, BLT el nino itu akan dilanjutkan, termasuk dana abadi pondok. (Jika itu dilakukan) Insyaallah (Prabowo-Gibran) sekali putaran bisa,” tandas Zulhas.



Tak Ada Kepanikan
Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming mengungkapkan isi pembicaraan dalam momen makan malam Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Prabowo Subianto. Wakil Ketua TKN Silfester Matutina mengatakan, pembicaraan itu bersifat ringan namun menunjukkan ke publik bahwa Jokowi menaruh dukungan kepada Prabowo di Pilpres 2024.
"Kalau pembicaraan sih yang ringan-ringan mengenai masakan Nusantara, bukan yang berat-berat. Karena kalau mengenai yang berat-berat biasanya dibicarakan di rapat kabinet. Hanya saja makan malam itu menunjukkan dukungan 200% Pak Jokowi ke Pak Prabowo," kata Silfester kepada wartawan, Minggu (7/1).
Silfester membantah pernyataan pihak Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) yang menganggap momen pertemuan itu diumbar ke publik menunjukkan tanda kepanikan. Dia menyebut paslon nomor urut 02 justru unggul di banyak papan survei belakangan ini.
"Tidak ada kepanikan sama sekali yang melanda Pak Jokowi, Pak Prabowo, Mas Gibran dan pendukungnya. Prabowo-Gibran saat ini lagi hepi banget merajai semua survei dan sambutan masyarakat untuk Prabowo-Gibran dan Pak Jokowi sangat tinggi di seluruh Indonesia," ujar dia.
Silfester mengatakan, suasana makan malam Jokowi dan Prabowo cenderung santai dan penuh gembira. Suasana itu, kata dia, jauh dari situasi kepanikan seperti yang disebutkan pihak AMIN.
"Makan malam berdua itu dalam suasana yang rileks dan penuh kegembiraan. Namanya orang makan malam berdua itu pastinya tandanya lagi jatuh cinta dan tanda menunjukkan silahturahmi dan keakraban.
Kalau panik nggak mungkin orang makan berdua dalam suasana gembira dan penuh keakraban. Pasti sembunyi-sembunyi," katanya.
"Malah kami lebih curiga Tim AMIN yang tengah dilanda kepanikan karena surveinya jeblok terus dan perpecahan dan tidak solidnya di tubuh Timses AMIN," katanya.



Tanda Kepanikan
Sementara itu, pertemuan makan malam antara Jokowi dengan Prabowo di sebuah restoran di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) menjadi perbincangan publik. PKB menyebut tanda-tanda kepanikan mulai terlihat.
“Justru dari kacamata pendukung perubahan makin terang benderang terlihat tanda kepanikan sehingga mempertontonkan sesuatu yang mestinya disembunyikan,” ujar Waketum PKB, Jazilul Fawaid, kepada wartawan, Sabtu (6/1).
Jazilul menyebut pihaknya terus berbesar hati menggugah semangat perubahan yang makin meluas dan mulai tidak terbendung.
“Silakan saja Presiden dan Pak Prabowo makan malam tiap hari. Namun, saya yakin Insya Allah rakyat makin cerdas dan berharap segera lahirnya perubahan,” tambahnya.
“Bagi kubu AMIN (Anies-Muhaimin) cukup makan malam bersama rakyat biasa di warteg, warung Padang, pecel lele dan masakan Sunda,” lanjutnya.
Baginya, wajar bila banyak yang mempertanyakan netralitas Jokowi. Apalagi setelah adanya makan malam antara Jokowi dan Prabowo.
“Wajar saja sejak awal banyak juga yang menyangsikan netralitas Presiden, terus mau bilang apa?” katanya.
Hal senada juga diutarakan Ketua DPP PKB Daniel Johan. Ia menyinggung soal netralitas Presiden.
“Beredarnya video pertemuan tersebut membuat masyarakat banyak bertanya tentang netralitas presiden yang dianggap sangat penting untuk mewujudkan pemilu dan pilpres yang jurdil, sikap netral presiden ini sangat penting untuk memastikan legitimate dari hasil pemilu dan pilpres,” ujar Daniel.
“Dan ini harus dijaga betul sekaligus menjadi kepentingan langsung Presiden agar pemilu berlangsung baik dan diterima legitimatenya,” lanjutnya.
Sebelumnya, Menhan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi makan malam bersama di sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat. Foto pertemuan Prabowo dan Jokowi malam ini beredar di kalangan wartawan.
Pertemuan itu tampak di sebuah restoran. Pertemuan keduanya dibenarkan oleh Koordinator staf khusus presiden, Ari Dwipayana.
Ari mengatakan Jokowi dan Prabowo sedang rileks mencoba masakan nusantara di sebuah restoran kawasan Jakpus.
“Malam ini, Bapak Presiden rileks sejenak mencoba masakan nusantara di Rumah Makan Seribu Rasa Menteng. Saat makan malam, Presiden didampingi Menhan Bapak Prabowo Subianto,” ujar Ari, kepada wartawan, Jumat (5/1).
Prabowo mengenakan pakaian batik, sementara Jokowi mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Keduanya hanya berdua duduk di sebuah meja. Prabowo dan Jokowi tampak membahas sesuatu.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga terlihat melakukan kegiatan olahraga bersama di Kebun Raya Bogor bersama Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Setelah itu, keduanya menyempatkan sarapan bersama. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru