Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 01 Oktober 2026

Myanmar Gerebek Markas Online Scam, Sita Perangkat Starlink Elon Musk

Redaksi - Senin, 20 Oktober 2025 19:09 WIB
6.063 view
Myanmar Gerebek Markas Online Scam, Sita Perangkat Starlink Elon Musk
Ilustrasi. Junta Myanmar menggerebek salah satu pusat penipuan daring (online scam) paling terkenal di negara itu dan menyita sejumlah perangkat teknologi Starlink. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

Yangon(harianSIB.com)

Junta Myanmar menggerebek salah satu pusat penipuan daring (online scam) paling terkenal di negara itu dan menyita sejumlah perangkat teknologi Starlink.

Dikutip dari kompas.com, Senin (20/10/2025), militer Myanmar menciduk markas online scam ini setelah investigasi AFP berhasil mengungkap bahwa layanan penipuan ini telah meraup miliaran dolar di pasar gelap.

Media milik pemerintah, The Global New Light of Myanmar, melaporkan militer "melakukan operasi di KK Park dekat perbatasan Myanmar-Thailand" baru-baru ini.

Selama penggerebekan, aparat juga "menyita 30 set penerima Starlink beserta perlengkapannya."

Baca Juga:
Pusat-pusat kerja online scam seperti ini mempekerjakan pekerja untuk menipu warga asing melalui skema bisnis atau biro jodoh. Bisnis penipuan seperti ini memang berkembang pesat di wilayah perbatasan Myanmar yang kebanyakan dikuasai milisi dan kelompok bersenjata sehingga nyaris tanpa hukum.

Tahun ini, operasi bersama otoritas Thailand, Tiongkok, dan Myanmar berhasil membebaskan ribuan pekerja termasuk pekerja asing dari jeratan perusahaan online scam ini.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Peringatan! Sumatera Utara Peringkat Pertama Kasus Perdagangan Orang di Indonesia
23 WNA Diamankan Imigrasi Batam karena Langgar Aturan Keimigrasian
Kanim TBA Pindahkan 8 WNA Asal Myanmar ke Rudenim Medan
Tarif Trump Jadi Topik Bahasan Presiden Prabowo dan PM Anwar
400 WNI Terjebak Sindikat Scam di Myanmar Berhasil Dibebaskan
Cari Korban Reruntuhan Gempa Myanmar, Singapura Kerahkan Kecoak Cyborg
komentar
beritaTerbaru