Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Jelang Akhir Gencatan Senjata, AS Tambah 6.000 Tentara ke Timur Tengah

Redaksi - Kamis, 16 April 2026 15:56 WIB
150 view
Jelang Akhir Gencatan Senjata, AS Tambah 6.000 Tentara ke Timur Tengah
Foto/USAMM
Presiden Donald Trump mempertimbangkan pengerahan pasukan darat AS ke Iran.

Washington(harianSIB.com)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memerintahkan untuk menambah pasukan di seluruh Timur Tengah.

Hal ini dilakukan seiring mendekati berakhirnya gencatan senjata rapuh selama dua minggu antara Washington dan Teheran, pada 22 April 2026.

Keduanya belum secara resmi menyetujui perpanjangan meskipun komunikasi diplomatik terus berlanjut.

Dilansir darinkompas.com yang dikutip dari Newsweek, Rabu (15/4/2026), AS menambah kemampuan amfibi, penerbangan, dan respons cepat ke armada laut yang terus berkembang dan sudah beroperasi di dekat Iran.

Baca Juga:
Sekitar 6.000 anggota militer AS di atas kapal induk USS George HW Bush dan kapal-kapal perang pengawalnya sedang bergerak ke Timur Tengah, menurut laporan Washington Post.

Ditambah 4.200 pasukan dari Boxer Amphibious Ready Group dan Unit Ekspedisi Marinir ke-11 Korps Marinir diperkirakan tiba jelang akhir bulan, menurut laporan tersebut.

Pengerahan pasukan akan secara signifikan memperluas kehadiran Washington pada saat ketegangan meningkat dan memberikan tekanan maritim pada Teheran.

Di sisi lain, masih ada upaya diplomatik paralel yang berupaya untuk memulai kembali pembicaraan langsung atau melalui mediasi.

Para pejabat AS menyebut pengerahan pasukan ini sebagai tindakan pencegahan, yang bertujuan untuk memperkuat blokade di sekitar pelabuhan Iran.

Tujuannya, untuk menekan Teheran agar mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri perang, sekaligus mempersiapkan potensi serangan tambahan atau operasi darat jika gencatan senjata tidak berlanjut.

Batas waktu gencatan senjata semakin dekat, dan pejabat AS mengatakan pasukan tambahan akan ditempatkan sebelum batas waktu tersebut berakhir.

Di pihak lain, militer Iran telah mengeluarkan peringatan akan menutup jalur perdagangan melalui Laut Merah jika blokade AS di Selat Hormuz berlanjut.

"Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," kata kepala pusat komando militer Iran Ali Abdollahi dilansir AFP, Rabu (15/4/2026).

Dia menegaskan, jika AS melanjutkan blokade dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan tanker minyak Iran, itu akan menjadi gerbang melanggar gencatan senjata.

Hingga saat ini, pelayaran komersial melalui Selat Hormuz masih terganggu, yang berkontribusi pada kenaikan harga minyak dan krisis energi global. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Timnas U-16 Ingin Bedah Kekuatan Tim Timur Tengah
Israel Kembangkan Rudal yang Mampu Jangkau Seluruh Timur Tengah
Ketua MPR: Indonesia Siap Jadi Juru Damai Konflik Timur Tengah
Investor Timur Tengah Butuh Jaminan Kelancaran Infrastruktur untuk Berinvestasi
Kemenaker Gagalkan Rencana Pengiriman TKI Ilegal ke Timur Tengah
Adele Tolak Rp13,3 Miliar Tampil di Timur Tengah Demi Berkebun
komentar
beritaTerbaru