Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 23 Agustus 2026

Jawaban Siswa Disalahkan di Lomba Cerdas Cermat, Sekda Kalbar Tuntut Keadilan

Redaksi - Selasa, 12 Mei 2026 15:23 WIB
1.876 view
Jawaban Siswa Disalahkan di Lomba Cerdas Cermat, Sekda Kalbar Tuntut Keadilan
YouTube/MPRGOID
Suanana final Lomba Cerdasa Cermat Empat Pilar MPR yang digelar di Pontianak, Kalbar pada Sabru (9/5/2026).

Pontianak(harianSIB.com)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menuntut rasa keadilan setelah jawaban siswa yang secara substansi benar justru dinyatakan salah oleh dewan juri di babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI.

Peristiwa tersebut terjadi saat babak final yang diikuti oleh SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau. Lomba digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).

MC sempat melempar pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan Anggota BPK.

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden.

Baca Juga:
Namun, jawaban tersebut dianggap salah, sementara Regu B dinyatakan benar meski mengatakan hal yang sama dengan Regu C.

Harisson menilai, polemik penilaian ini harus mendapat perhatian serius karena menyangkut rasa keadilan bagi peserta didik.

Ia menegaskan, terdapat jawaban peserta yang secara substansi benar dan sama, tetapi tetap dinyatakan salah oleh dewan juri.

"Juri ini terkesan tidak terlalu memahami materi yang ditanyakan sehingga harus membaca jawaban yang ada di tab mereka lalu mencocokkannya dengan jawaban peserta," kata Harisson, dikutip dari Kompas.com, Senin (11/5/2026).

Harisson mengatakan, penilaian bisa dilakukan lebih obyektif tanpa harus terpaku pada redaksi kalimat jika juri benar-benar menguasai materi Empat Pilar MPR RI.

"Kalau kita sudah paham materi yang ditanyakan, tidak perlu lagi terus melihat tab. Cukup dengar jawaban anak-anak ini, kita langsung tahu substansinya benar atau tidak dan bisa langsung memberikan nilai," ujar Harisson.

"Saya minta ada rasa keadilan yang harus diterima oleh anak-anak SMANSA. Jangan biarkan rasa ketidakadilan itu membekas di diri mereka," tandasnya.

Menurut Harisson, Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI seharusnya menjunjung tinggi nilai keadilan, obyektivitas, dan sportivitas.

"Apalagi kita sedang berbicara tentang Empat Pilar MPR RI: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai keadilan dan obyektivitas harus benar-benar dijunjung," kata Harisson.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie mengatakan, pihaknya telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping LCC untuk membahas persoalan tersebut.

"Kami sudah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping terkait persoalan ini," kata Faisal, Senin (11/5/2026).

Faisal menjelaskan, salah satu dugaan penyebab kesalahpahaman dalam perlombaan berasal dari gangguan speaker yang mengarah ke meja dewan juri.

"Informasi yang saya terima, speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan sehingga jawaban peserta kurang terdengar jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens penonton, suara terdengar jelas," ujar Faisal.

Faisal meminta pihak sekolah mengikuti mekanisme resmi dengan mengajukan permohonan peninjauan ulang kepada penyelenggara.

Ia menegaskan, Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar merupakan agenda MPR RI, bukan Pemerintah Provinsi Kalbar.

Menurut Faisal, SMAN 1 Pontianak pada prinsipnya menerima hasil perlombaan, tetapi evaluasi tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Kita selesaikan sesuai ketentuan lomba dan semua pihak harus menunjukkan sikap kesatria," tegas Faisal. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kades Parparean I Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD se-Kecamatan Porsea
BPJS Kesehatan Gelar Lomba Cerdas Cermat, Pemenangnya Jadi Promotor Narasumber
BPJS Kesehatan Gelar Lomba Cerdas Cermat
AMPI Rayon Sigumpar Tobasa Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat Sekolah Dasar
Massa GMKI Nisel Unjukrasa Tuntut Keadilan Terkait Pembunuhan Faoziduhu Ndruru
Jeremy Thomas Tuntut Keadilan untuk Putranya
komentar
beritaTerbaru