Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 17 September 2026

AS Tolak Visa Presiden Palestina Hadiri Sidang Majelis Umum PBB

Redaksi - Kamis, 17 September 2026 12:48 WIB
134 view
AS Tolak Visa Presiden Palestina Hadiri Sidang Majelis Umum PBB
Foto istimewa
Presiden Palestina Mahmoud Abbas diduga bakal dihalangi datang ke Amerika Serikat untuk berbicara di PBB.

Washington(harianSIB.com)

Amerika Serikat lagi-lagi menolak memberikan visa masuk kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan depan.

Dikutip CNN Indonesia, otoritas AS tidak menjelaskan alasan penolakan visa yang kedua kalinya berturut-turut terhadap Abbas ini. Namun, dalam kesempatan terpisah, Kementerian Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan berisikan tuduhan bahwa Otoritas Palestina dan organisasi-organisasi lainnya "gagal melakukan reformasi".

Kantor Abbas diberi tahu mengenai keputusan tersebut pada Rabu (16/9). Selain Abbas, AS juga menolak visa delegasi pejabat Palestina lainnya yang seharusnya pergi bersama sang presiden untuk mewakili negara di sidang PBB tersebut.

Sementara itu, dikutip The Times of Israel, seorang pejabat Palestina membagikan pemberitahuan yang diterimanya dari Kemlu AS mengenai penolakan visa tersebut.

Baca Juga:
Dalam pemberitahuan itu, Kemlu AS menyebut alasan penolakan visa tersebut berdasarkan "Pasal 212(a)(3)(B), yang melarang penerbitan visa kepada seseorang yang pernah terlibat dalam aktivitas teroris atau berafiliasi dengan organisasi teroris kapan pun. Ketentuan ini menyebabkan ketidaklayakan secara permanen untuk mendapatkan visa.

Belum segera jelas apakah visa Abbas ditolak atas dasar yang sama.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
 Telepon Presiden Palestina, Jokowi Sampaikan Dukungan Indonesia
Menuju Panggung Sidang Majelis Umum PBB ke-72
Donald Trump Undang Presiden Palestina ke Gedung Putih
 Presiden Palestina Mengaku Tahu Siapa Pembunuh Yasser Arafat
PM Israel Siap Berunding dengan Presiden Palestina
Hamas Bantah Bertemu dengan Pejabat Israel
komentar
beritaTerbaru