Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 Juli 2026

Bahtiar Sembiring Rilis “Arwah Sinden” Berbahasa Karo sebut Anta Prima Ginting

Oki Lenore - Kamis, 13 Maret 2025 18:03 WIB
255 view
Bahtiar Sembiring Rilis “Arwah Sinden” Berbahasa Karo sebut Anta Prima Ginting
(Foto SIB /Oki Lenore)
Meet & Greet Ngabuburit Bareng yang diantar Jhoe Marthin Sitepu dilanjutkan gala premiere di Cinepolis Medan Fair Plaza, Selasa (11/3) dihadiri artis dan produser termasuk Bahtiar Sembiring (kanan).
Medan (harianSIB.com)
"Arwah Sinden" direncanakan tayang mulai Kamis (13/3/2025). Nukilan film tentang horor berbasis Jawa itu sebelumnya viral di sejumlah platfom media sosial. Saat gala premiere di Cinepolis Medan Fair Plaza, Selasa (11/3/2025), produser Bahtiar Sembiring berbahasa Karo menyebut sejumlah tokoh dan musisi dari Negeri Turang untuk menyaksikan film tersebut.

Ia berterima kasih pada Anta Prima Ginting yang mengapresiasi "Arwah Sinden" dan mengajak warga Karo menyaksikan layar lebar yang direncanakan berlanjut.
Anta Prima Ginting adalah seniman berkharisma dari Karo. Selain mencipta, ia pun membawakan lagu karo dan melegenda.

Mengenai film, banyak hal yang menjadikannya hits misalnya di TikTok. Mulai dari kisah orisinal dari lingkungan para penyinden hingga diangkat oleh orang 'luar' yakni seniman berlatar Karo Bachtiar Sembiring. Meski demikian, pengangkatan kisah ke layar lebar, berhasil. "Terima kasih atas apresiasi publik. Saya emang dari Karo tapi ingin memberi hiburan dengan pendekatan horor tentu (tetap) mendidik," ujar.

Sebelum penayangan yang membuat sebagian penonton histeria, takut dan penasaran, produser dan pemain "Arwah Sinden" diadakan Meet & Greet Ngabuburit Bareng yang diantar Jhoe Marthin Sitepu.


Massa membeludak mengapresiasi film garapan sutradara Ubay Fox dan naskah film yang ditulis Nana Mulyana tersebut. Film menceritakan tentang empat arsitek yang mendapat tugas untuk merenovasi sebuah rumah tapi terkait pesinden yang dicintai seorang Kliman (Yama Carlos). Empat sekawan arsitek itu yakni Sergi (Rendy Septino), Dea (Ismi Melinda), Nike (Ade Kurnia) dan Fanya (Tyara Vanesha) menyurvei jelang renovasi.

Usut punya usut, serangan-serangan gaib itu adalah kiriman dari Kliman (Yama Carlos), mandor pertama yang membangun rumah itu. Hal itu dilakukan karena Kliman mempunyai rahasia yang dikubur di dalam rumah tersebut. Dirinya pun selalu merasa ketakutan jika ada yang ingin membangun kembali rumah tersebut. Misteri dibalik rumah itu perlahan mulai terungkap dengan hadirnya empat sekawan arsitek itu.

Produser Eksekutif Bahtiar Sembiring mengatakan, saat penggarapan, tidak sedikit terjadi hal-hal di luar nalar yang dirasakan pemain. Mulai dari kerabatnya yang juga produser Hany Handayani hingga pemain.

Hany Handayani mengatakan, saat berakting, ia didandan seperti nyai sungguhan dengan susuk konde sebagai 'kunci' kerasukan yang menjadikan horor. "Susuk konde itu pindah sendiri. Masih di kepala saya, tapi berpindah dan tak tentu arah," cerita perempuan yang karena berakting di "Arwah Sinden" itu jadi ketagih berakting lagi.

Ia pun cerita mengenai tiba-tiba mati lampu di lokasi syuting serta massa yang jumlah ratusan orang tiba-tiba mulutnya 'terkunci' ketika syuting dimulai. "Bayangkan, sekira 150-an, hening sekonyong-konyong. Itu ghaib tapi nyata," urainya sambil memastikan bahwa horor persaingan antarsinden pernah didengarnya. "Tapi saya bukan sinden," tutup Hany Handayani. (**)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru