Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Rekaman Lagu di Markas The Beatles, GIGI Merinding Terancam Batal Konser di Indonesia

- Sabtu, 08 Februari 2014 23:36 WIB
881 view
Rekaman Lagu di Markas The Beatles, GIGI Merinding Terancam Batal Konser di Indonesia
London (SIB)- Abbey Road Studio boleh dibilang sebagai tempat keramat bagi para legenda musik. Dimulai dari sukses The Beatles usai setelah rekaman di sana, beberapa musisi kenamaan lainnya juga ikut latah menjajal studio yang dibangun sejak November 1931 tersebut.

Suasana dan aura khas studio itu juga turut dirasakan oleh grup band GIGI. Armand, Budjana, Thomas dan Hendy mengaku merinding ketika masuk ke dalam Abbey Road untuk melakukan rekaman album barunya, Live At Abbey Road. "Benar sih pas masuk ke sana merinding banget. Seru sih, pas mendengar hasilnya bagus banget. Nggak apa-apa deh narsis dikit," ungkap Armand di Jakarta, Jumat, (7/2/2014).

Bagi GIGI, kesempatan melakukan rekaman di studio yang fenomenal itu ibarat anugerah. Apalagi, hanya musisi tertentu yang dapat menyambangi tempat tersebut. "Beatles kan pernah rekaman di sana dan booming, banyak juga musisi legend yang recording di sana. Buat GIGI sendiri itu sebagai anugerah ya. Apalagi, masuk ke sana susah, orang umum nggak boleh masuk. Bahkan nggak semua band yang punya duit bisa rekaman di sana juga," ucapnya sambil mengurai selama dua hari melakukan recording di Abbey Road Studio, pelantun lagu 11 Januari ini berhasil merampungkan 19 lagu. "Kami hari pertama dapat 10 jam, target kami dapatkan lagu sebanyak-banyaknya. Eh, cuma dapat lima lagu. Pas besoknya kami malah bisa dapat 14 lagu, totalnya ada 19 lagu. Sama aransemen lagu lama," pungkas Thomas seperti disiarkan SCTV.

Meski jauh-jauh dan rekaman mengeluarkan biaya tinggi namun rencana manggung 22 Maret 2014 di Jakarta terancam batal. Perilisan album sekaligus menjadi kado ulang tahun GIGI yang ke-20 itu terkendala izin dari pihak kepolisian. "Rencana kami 22 Maret mau launching album, kebetulan tempatnya sudah lunas dibayar, di Istora Senayan. Tapi ternyata ada pengumuman dari Mabes Polri, mulai 14 Maret nggak boleh ada keramaian, kecuali kegiatan keagamaan," ujar Dani Pete, Manajer GIGI.

Meski begitu, manajemen masih terus berkomunikasi dengan pihak kepolisian guna mendapatkan izin. "Nah, makanya kami lagi terus usahakan lagi dengan Polri. Kalau nggak bisa ya sudah," kata Dani sambil mengatakan pihaknya mencari alternatif tempat atau kota lain yang bisa memberikan izin konser sekaligus meluncurkan album barunya itu. Kemudian, Armand juga tak menutup kemungkinan adanya kerja sama dengan pihak stasiun televisi tertentu. "Ya, mungkin bisa dipindahkan ke kota yang bisa lebih longgar peraturan kotanya. Atau bisa kerja sama dengan sebuah tv atau kota lain ya!".

Selain kendala itu, sukses siaran live streaming tujuh jam nonstop diretas oleh hacker. Alhasil, viewers peluncuran single barunya pun merosot tajam bila dibandingkan pada siaran sebelum GIGI melakukan rekaman ke Abbey Road Studio, London, Inggris. "Kami baru tahu kalau pembajakan itu benar-benar hebat sekali ya. Dari 36.000 viewers streaming sebelum berangkat ke Abbey Road, hari ini pas kami launching malah cuma 8.321 viewers," ungkap Dani Pete.

Parahnya lagi, website hasil bajakan para hacker justru meraup penonton yang lebih banyak daripada penonton di situs resmi GIGI. "Website lain di luar web resmi, viewers-nya malah lebih besar daripada website resmi kami. Selamat ya untuk pembajak lagi," ucap Dani.

Personel GIGI pun tak kalah kaget mendapat kenyataan itu. Namun, pencetak hits Kuingin tersebut coba menanggapinya dengan positif. GIGI menilai banyak orang yang justru tidak menyadari adanya pembajakan. "Budaya orang sekarang kan serba yang gratis ya, yang menonton di web tidak resmi itu sebenarnya mereka mungkin nggak tahu kalau mereka nonton dari situs yang bajak," papar Hendy. "Sebelumnya viewers-nya 46 ribu, itu karena belum ada pengumuman kami bakal streaming. Nah, sekarang kan gue sudah nge-tweet, sudah kasih tahu bakal ada streaming. Jadi pembajaknya sudah persiapan kayaknya. Kami akuin deh ternyata pembajak lebih hebat," ceplos Armand. (t/r9)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru