Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 24 April 2026

Diogo Margoda, Pemeran Yesus yang Kini Jadi Idola

- Minggu, 09 Maret 2014 22:16 WIB
5.540 view
Diogo Margoda, Pemeran Yesus yang Kini Jadi Idola
SIB/Int
Diogo Margoda
Los Angeles (SIB)Diogo Margoda kini mendunia setelah memerankan Yesus dalam film miniseri berjudul The Bible di History Channel. Perannya yang apik menggambarkan sosok Sang Juru Selamat itu telah meraih rating tertinggi pada 2013. Penonton miniseri religius itu mencapai lebih 100 juta orang. Kini, sejak akhir Februari 2014, Diogo menjadi pemeran utama dalam Son of God.

Film itu mendapat sorotan atas perannya yang dikesankan lebih menonjolkan sisi fisik ketimbang kisah perjalanan Sang Nabi. Diogo kini jadi idola karena ketampanannya.

Film besutan Mark Burnett dan Roma Downey berkisah tentang Yesus sebagai anak Allah dari proses kelahiran, pelayanan kenabian, hingga kematiannya. "Perannya sebagai Yesus lebih mirip seperti Brad Pitt (aktor yang dijuluki  terseksi di dunia) dibandingkan dengan seorang pria baik dengan janggut dan segala sesuatu yang digambarkan tentangnya selama ini," kata Carol Costello di CNN, usai menonton rilis terbaru film Son of God.

Sosok Yesus seperti gambaran umum selama ini, misalnya, dapat disaksikan dalam film The Passion of the Christ yang diperankan oleh Mel Gibson.
Rohaniawan Jesuit dan mantan Rektor Loyola Marymount University, Robert B. Lawton, mengatakan sebenarnya tidak ada satu pun catatan yang menggambarkan Yesus itu seksi atau tampan.

Robert merujuk pada satu ayat di Injil yang menggambarkan tentang sosok Yesus yang rinci bahwa tidak ada seorang pun yang tertarik melihatnya. Dia ditolak oleh banyak orang dan manusia yang penuh penderitaan.

Menurut Carol, film Son of God memunculkan tren baru tentang Yesus yang seksi. Selama ini film-film tentang Yesus  menampilkan sisi pelayanan Yesus yang baik, lembut, memberikan harapan, menyembuhkan setiap penderita sakit, dan penderitaannya menjelang kematian.

Selera pasar untuk film Son of God di luar perkiraan. Los Angeles Times dan CNN serta Tempo.Co melaporkan, meskipun baru saja ditayangkan pekan lalu, film ini sudah menghasilkan 20 juta dolar AS atau setara dengan Rp240 miliar. Ini di luar perkiraan Burnett dan Downey.

Mendapat apresiasi yang luar biasa membuat pria kelahiran Lisbon, Portugis, 17 Januari 1981, itu mengaku biasa karena awalnya adalah menghayati peran sebagai Yesus. Diogo merasa sangat emosional saat sesi penyaliban Yesus. "Saya dibayang-bayangi saat penyaliban. Saya melihat hal itu hadir di setiap detiknya," kata Diogo saat hadir dalam acara Oprah Next Chapter. 

Terinspirasi oleh The Bible, lapor Huffington Post, Mark Burnett dan Roma Downey menawarkan peran Yesus kepada Diogo.

Selain  bermain di The Bible, Diogo merupakan aktor papan atas dalam film drama yang saat ini hit di ABC seperti Revenge. Ia berperan sebagai Dr Jorge Velez. Diogo juga aktor top dalam film-film seri televisi Portugis dan meraih International Emmy Winner untuk film Laços de Sangue.

Diogo memulai karier filmnya pada usia 15 tahun. Saat itu ia bergabung dalam satu film seri peringkat pertama berjudul Terra Mãe pada tahun 1998. Kemudian sosoknya hadir dalam film Diário de Maria juga pada tahun 1998. Lalu ia bermain film Legenda da Garça dan A Febre do Ouro Negro pada 2000.

Perannya sebagai Miguel dalam film Amo-Te, Teresa membawa nama Diogo semakin menanjak dan digelari sebagai salah satu artis yang paling menjanjikan di Portugis. Diogo mendedikasikan dirinya untuk bermain dalam 15 film berbahasa Portugis. Termasuk ikut bermain dalam film diktator Portugis, Antonio De Oliveira Salazar, yang berjudul A Vida Privada De Salazar.

Tak hanya jago berakting dalam film-film serius, Diogo juga mampu bermain bagus dalam film komedi, seperti perannya dalam film komedi O Crime do Padre Amaro yang membawa namanya meraih perhatian para sutradara dunia.

Aktor ini juga pemain watak yang ciamik. Ia mencintai dunia teater, dan perannya dalam drama teater The Royal Hunt to the Sun diacungi jempol oleh para penonton.

 (t/r9/f)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 08 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru