Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Malam Seni Lembaga Pelayanan Anak Medan, MelayaniNya dan Melestarikan Warisan Budaya

- Selasa, 11 Maret 2014 17:39 WIB
774 view
Malam Seni Lembaga Pelayanan Anak Medan, MelayaniNya dan Melestarikan Warisan Budaya
ULOS : Instruktur Ms Janice Jhonson yang khusus datang daru AS dicandai Pnt Paulus Sinulingga dan istri ketika warga Amerika Serikat itu terus memeluk ulos yang diberikan Banuara Sianipar di Rest Kenanga Medan, Minggu (9/3).
Medan (SIB)- Keluarga besar Lembaga Pelayanan Anak (LPA) Medan, Minggu (9/3), malam di Restoran Kenanga mengadakan Temu Ramah Pengurus dalam rangka Pelaksanaan dan Pembukaan Pendidikan Teaching Preschoolers, 10 - 14 Maret 2014 di Medan. Kegiatan tersebut diisi dengan malam seni yang menampilkan anak-anak dari Medan sekitarnya khususnya yang berada dalam LPA Medan. Yang memesona publik, khususnya Ketua LPA Joice Sitompul adalah penampilan anak-anak dalam balutan etnik perkusi tradisional. "Tadi itu tampilnya disengaja dengan pakaian tradisional atau hanya sekadar menunjukkan pada publik. Saya berharap tampilan tadi dengan penuh kesadaran. Tak sekadar menampilkan bagian dari industri kreatif tapi benar-benar dalam muatan penegetuktularan pemahaman budaya leluhur pada anak-anak," tandasnya sambil mengatakan bahwa tugasnya selama ini, selain sebagai pelayan anak-anak, adalah melestarikan warisan leluhur budaya. "Kebetulan saya orang Batak yang dapat tugas melestarikan seluruh kekayaan khazanah leluhur dengan penekanan 8 puak yang ada di Sumut. Saya mengapresiasinya!"

Joice Sitompul menunjuk hal detil dari penampilan anak-anak LPAMedan. Bahkan, ketika ditampilkan kesenian anak-anak yang berada di pengungsian karena erupsi Gunung Sinabung, perempuan yang menghabiskan sebagaian waktunya di luar itu mengaku terpukau. "Meski saya masih miris melihat pemahaman anak-anak pada budaya leluhur, dengan upaya dan penampilan tadi, ada harapan yang tinggi tentang pelestarian budaya itu," ujarnya sambil mengatakan bahwa tugas utama dalam kaitan LPA adalah melayaniNya tapi harus tetap punya ciri dalam kehidupan bersosial yakni melestarikan budaya setiap anak bangsa.

Ketua LPA Joice Sitompul menegaskan, dalam kaitan LPA, semua yang terlibat harus memahami tugas mulia yakni mendekatkan diri anak-anak pada Injil dan kasih Tuhan Yesus Kristus. "Jadi ada dua tugas mulia yakni melayaniNya dan melestarikan budaya!"

Penasihat LPA Medan Banuara Sianipar SH CPnMM mengatakan, sangat surprise menyaksikan penampilan anak-anak dalam balutan etnik dengan kekentalan pemahaman padaNya. "Seperti yang dikatakan Ketua LPA Joice Sitompul bahwa selain menegaskan tentang upaya penekanan iman pada anak-anak, dalam kehidupan manusia tak pernah lepas dari kehidupan sosial budaya dan melestarikan apa yang jadi kekayaan leluhur, adalah hal terbaik," tandasnya sambil menunjukkan sejumlah budaya pop yang muaranya memuliakanNya seperti lagu Esok Masih Ada yang dipopulerkan Utha Likumahua.

Banuara Sianipar mengatakan pelayanan anak khususnya anak dalam Kristen membutuhkan perhatian khusus. Untuk kegiatan ikhlas pasti berhasil dan tak ada satu kegiatan lain dapat menghalangi karena muaranya melayaniNya untuk kedamaian umat manusia. "Dengan membaurkannya pada kesenian, mudah-mudahan kesenian etnik, maka tujuan yang dicapai semakin maksimal," tandas pria yagn disapa Uut yang malam itu pun berulang kali naik ke podium unutk ikut berkolaborasi seni dengan Joice Sitompul, instruktur Ms Janice Jhonson yang khusus datang dari AS, Trifena Sumiyati Helniha dari Jawa dan Judith Petonengan dari Manado.

Usai penampilan seni dari anak-anak yang tergabung dalam LPA Medan, di acara yang dibuka dan ditutup dengan doa disampaikan Sapta Brahmana tersebut pun ditampilkan kesenian dari ragam usia termasuk kaum sepuh yang selama ini sudah melayani di  LPA di banyak tempat, termasuk suguhan dari pasangan Pnt Paulus Sinulingga yang anggota Majelis GPIB Immanuel Medan bersama istri.

Anggota DPRD Medan dari Partai Hanura itu bahkan terlibat diskusi kesenian etnik dengan Ms Janice Jhonson  yang mengagumi ulus sebagai karya kreatif yang sudah mendunia. Ketiganya sempat bercanda bahwa ulos itu sebagai kekuatan istimewa bila dikenakan, bukan hanya dipeluk. Ucapan tersebut ditujukan pada Janice Jhonson yang terus memeluk ulos pemberian Banuara Sianipar dan istri.

Ikut juga memberi ragam kesenian di acara itu seperti Ny Pdt Robert Tobing br Sihombing, Harris Silalahi SSI, Sapta Brahmana MPdK, Rusliana Sianipar SE, Susalawaty Ginting, St Elsye Tampubolon, Drs Magdalena Manurung, Drs Persima Tarigan, Sabar Surbakti SPd Mor, Sulastri Panjaitan STh, Amri Ginting STh, Tiros Panjaitan AMd dan Karmina Kaban. Terlihat juga di kegiatan itu para tokoh dari lintasdenominasi gereja dalam menjalankan visi Melaksanakan Amananat Agung Tuhan Yesus (Mateus 28: 18 - 20). (r9/f)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru