Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

dr. Leonardo Basa Dairy: Kenali dan Kendalikan Gejala Asam Lambung dengan Langkah Tepat

Piktor M Sinaga - Kamis, 14 November 2024 07:47 WIB
449 view
dr. Leonardo Basa Dairy: Kenali dan Kendalikan Gejala Asam Lambung dengan Langkah Tepat
Foto: Dok/Piktor Sinaga
dr Leonardo Basa Dairy SpPD, KGEH, FINASIM
Medan (harianSIB.com)
Asam lambung yang meningkat kerap kali menimbulkan gejala serius atau dikenal sebagai sindrom dispepsia. Kondisi ini sering membuat pasien khawatir berlebihan karena gejalanya mirip dengan sakit jantung, seperti sensasi terbakar di dada.

dr. Leonardo Basa Dairy, SpPD, KGEH, FINASIM, menyampaikan kepada jurnalis SIB News Network, Rabu (13/11/2024), di Medan, masyarakat perlu memahami cara pencegahan asam lambung melalui pola hidup sehat.

"Menjaga kebersihan, mencuci tangan sebelum makan, makan secara teratur dan mengurangi stres adalah langkah penting," ujar dr. Leo, panggilan akrabnya.

Menurut dr. Leo, keluhan asam lambung menunjukkan tren peningkatan, dengan sekitar 40 hingga 60 persen pasien datang ke poliklinik dengan gejala ini.

"Keluhan asam lambung bisa bermacam-macam, mulai dari nyeri perut, rasa begah, mual, sendawa, hingga sensasi terbakar di dada," jelasnya.

Meskipun sindrom dispepsia pada awalnya tidak berbahaya, kondisi yang berkelanjutan dapat memicu komplikasi, seperti radang lambung (gastritis), infeksi lambung, hingga tukak lambung (borok) yang berisiko menyebabkan perdarahan. Dan, pada kasus tertentu, kanker lambung.

Langkah preventif, menurut dr. Leo, berkaitan erat dengan menjaga kebersihan dan menghindari stres.

"Cuci tangan sebelum makan sangat penting, begitu pula makan secara teratur dan mengelola stres. Banyak pasien datang dengan keluhan ini karena tekanan emosi," ujarnya.

dr. Leo juga mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin dalam menangani kasus asam lambung dan tidak berganti-ganti dokter (shopping doctor) secara berlebihan.

"Jika ada gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat," pungkasnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru