Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

Jejak Riset dari Rimba Tarutung: Daun Bosi-bosi Menembus Batas Ekstraksi Hijau dan Antikanker Payudara

Rickson Pardosi - Senin, 26 Oktober 2026 16:15 WIB
235 view
Jejak Riset dari Rimba Tarutung: Daun Bosi-bosi Menembus Batas Ekstraksi Hijau dan Antikanker Payudara
Foto: harianSIB.com/Dok
Muhammad Fauzan Lubis

"Penelitian ini pengerjaannya tidak singkat. Kami sangat terbantu karena punya mitra riset yang solid. Untuk pengujian sel kanker, kami menggunakan fasilitas laboratorium kultur sel di UGM dibantu Bu Retno. Untuk pengujian toksisitas dan preparasi sampel, kami selesaikan di USU bersama Prof. Sumaiyah, Bu Popi, dan dr. Lokot Donna. Kami juga didukung rekan-rekan dari Universitas Pancasila, ISTN Jakarta, dan Helvetia," ungkap Fauzan.

Kerja sama lintas institusi ini memperlihatkan bahwa eksplorasi kekayaan hayati lokal memerlukan dukungan bersama. Dari proses ekstraksi hingga evaluasi biologis, setiap tahapan membutuhkan ketelitian dan kompetensi yang berbeda agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Advances in Traditional Medicine yang diterbitkan Springer, sehingga temuan mengenai potensi daun Bosi-bosi turut menjadi bagian dari perkembangan literatur ilmiah di bidang pengobatan tradisional.

Menemukan potensi aktivitas antikanker bukanlah akhir dari perjalanan sebuah penelitian tanaman obat. Sebelum suatu ekstrak dipertimbangkan untuk pengembangan lebih lanjut, aspek keamanan juga harus mendapat perhatian serius.

Untuk itu, tim melakukan uji toksisitas akut in vivo pada hewan uji mencit dengan mengacu pada OECD Guideline 420. Pengujian dilakukan menggunakan dosis tunggal ekstrak teroptimasi hingga 2.000 mg/kg berat badan (BB) dan 5.000 mg/kg BB, kemudian hewan uji diamati selama 14 hari.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilaporkan, tidak ditemukan kematian maupun gejala toksik pada hewan uji. Pertumbuhan berat badan berlangsung normal, sedangkan parameter hematologi dan biokimia darah, termasuk indikator fungsi hati dan ginjal, berada dalam rentang fisiologis normal. Pemeriksaan histopatologi pada organ jantung dan ginjal juga menunjukkan struktur sel yang utuh dan sehat.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Indonesia-Belarus Sepakati Kerja Sama Riset dan Teknologi
Lembaga Riset Malaysia Unggulkan Pasangan Jokowi-Ma ruf
Dewan Riset Sampaikan Solusi Penanganan Banjir Kepada Wali Kota Medan
13 - 17 Oktober 2018, Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara
Gebyar PAUD 2018 Tapanuli Utara Diwarnai Berbagai Lomba
UI: Riset dan Inovasi Jangan Hanya di Kertas
komentar
beritaTerbaru