Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

Jejak Riset dari Rimba Tarutung: Daun Bosi-bosi Menembus Batas Ekstraksi Hijau dan Antikanker Payudara

Rickson Pardosi - Senin, 26 Oktober 2026 16:15 WIB
222 view
Jejak Riset dari Rimba Tarutung: Daun Bosi-bosi Menembus Batas Ekstraksi Hijau dan Antikanker Payudara
Foto: harianSIB.com/Dok
Muhammad Fauzan Lubis

Hasil tersebut menjadi indikasi awal yang mendukung profil keamanan ekstrak dalam kondisi pengujian yang dilakukan. Kendati demikian, hasil uji toksisitas akut belum cukup untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang ataupun keamanan dan efektivitasnya pada manusia.

Karena itu, penelitian lanjutan tetap diperlukan sebelum ekstrak dapat diarahkan menuju tahap pengembangan produk. Evaluasi keamanan yang lebih menyeluruh menjadi salah satu fondasi penting agar potensi tanaman obat dapat dikembangkan secara bertanggung jawab.

Dari Temuan Laboratorium Menuju Hilirisasi

Bagi Fauzan dan timnya, hasil penelitian yang diperoleh sejauh ini merupakan pijakan untuk melangkah ke tahap berikutnya. Mereka melihat peluang pengembangan daun Bosi-bosi sebagai bahan baku yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan produk berbasis bahan alam. Namun, perjalanan menuju produk yang dapat digunakan masyarakat masih memerlukan serangkaian tahapan penelitian.

Fauzan menegaskan, penelitian ini masih berada pada tahap studi pendahuluan (preliminary study). Tim belum menghasilkan produk fisik dalam kemasan karena ekstrak cair yang dibuat digunakan untuk pengujian aktivitas biologis dan toksisitas.

"Saat ini kami belum memproduksi produk fisik kemasan karena ekstrak cair yang dibuat kemarin murni dialokasikan untuk uji aktivitas dan uji toksisitas. Ke depan, kami berharap penelitian ini bisa dilanjutkan ke tahap standardisasi formula agar mutu, khasiat dan keamanannya konsisten. Kami juga perlu melakukan uji toksisitas subkronis (pemberian obat selama tiga bulan) sebelum melangkah ke ranah hilirisasi," paparnya.

Standardisasi menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan ekstrak yang dihasilkan memiliki karakteristik dan mutu yang konsisten. Selain itu, pengujian lanjutan diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai keamanan, dosis, dan potensi penggunaannya.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Indonesia-Belarus Sepakati Kerja Sama Riset dan Teknologi
Lembaga Riset Malaysia Unggulkan Pasangan Jokowi-Ma ruf
Dewan Riset Sampaikan Solusi Penanganan Banjir Kepada Wali Kota Medan
13 - 17 Oktober 2018, Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara
Gebyar PAUD 2018 Tapanuli Utara Diwarnai Berbagai Lomba
UI: Riset dan Inovasi Jangan Hanya di Kertas
komentar
beritaTerbaru