Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

Jejak Riset dari Rimba Tarutung: Daun Bosi-bosi Menembus Batas Ekstraksi Hijau dan Antikanker Payudara

Rickson Pardosi - Senin, 26 Oktober 2026 16:15 WIB
218 view
Jejak Riset dari Rimba Tarutung: Daun Bosi-bosi Menembus Batas Ekstraksi Hijau dan Antikanker Payudara
Foto: harianSIB.com/Dok
Muhammad Fauzan Lubis

Dalam penelitian tanaman obat, proses ekstraksi memegang peranan penting. Tahap ini menentukan seberapa optimal senyawa yang diinginkan dapat dipisahkan dari bahan tumbuhan. Metode yang digunakan pun dapat memengaruhi karakteristik ekstrak dan potensi pemanfaatannya.

Masyarakat umumnya mengenal Bosi-bosi melalui cara sederhana, yakni merebus daunnya dengan air. Tim peneliti USU mengambil pendekatan berbeda. Mereka menggunakan metode ekstraksi yang dirancang secara ilmiah dengan mempertimbangkan efektivitas proses sekaligus prinsip ramah lingkungan.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Natural Deep Eutectic Solvent (NADES), yakni sistem pelarut yang dikembangkan dari kombinasi komponen tertentu. Dalam penelitian ini, NADES dibuat dengan menggabungkan kolin klorida sebagai penerima ikatan hidrogen (hydrogen bond acceptor) dan D-glukosa sebagai pendonor ikatan hidrogen (hydrogen bond donor), kemudian dilarutkan bersama air.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip green chemistry atau kimia hijau, yang mendorong pengembangan proses kimia dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Penggunaan NADES menjadi alternatif yang diteliti untuk menggantikan ketergantungan pada pelarut organik konvensional, seperti etanol atau metanol, yang memiliki pertimbangan tersendiri dari sisi keamanan dan lingkungan.

Untuk memperoleh komposisi pelarut yang optimal, tim menerapkan metode statistik Central Composite Design (CCD) berbasis Response Surface Methodology (RSM). Proses ekstraksi juga dipadukan dengan teknologi gelombang ultrasonik atau Ultrasound-Assisted Extraction (UAE).

"Kami tidak menggunakan metode rebusan seperti yang dilakukan masyarakat. Kami mencoba menggunakan pendekatan sains untuk mengoptimalkan potensi daun Bosi-bosi ini. Melalui formulasi pelarut NADES yang tepat, senyawa polifenol dan flavonoid di dalam daun dapat ditarik secara jauh lebih optimal," jelasnya, Senin (26/10/2026).

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Indonesia-Belarus Sepakati Kerja Sama Riset dan Teknologi
Lembaga Riset Malaysia Unggulkan Pasangan Jokowi-Ma ruf
Dewan Riset Sampaikan Solusi Penanganan Banjir Kepada Wali Kota Medan
13 - 17 Oktober 2018, Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara
Gebyar PAUD 2018 Tapanuli Utara Diwarnai Berbagai Lomba
UI: Riset dan Inovasi Jangan Hanya di Kertas
komentar
beritaTerbaru