Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

Jejak Riset dari Rimba Tarutung: Daun Bosi-bosi Menembus Batas Ekstraksi Hijau dan Antikanker Payudara

Rickson Pardosi - Senin, 26 Oktober 2026 16:15 WIB
221 view
Jejak Riset dari Rimba Tarutung: Daun Bosi-bosi Menembus Batas Ekstraksi Hijau dan Antikanker Payudara
Foto: harianSIB.com/Dok
Muhammad Fauzan Lubis

Mekanisme kedua adalah induksi apoptosis, yaitu proses kematian sel yang berlangsung secara terprogram. Dalam pengujian, ekstrak menunjukkan peningkatan kematian sel melalui fase early apoptosis dan late apoptosis. Respons ini dimediasi oleh peningkatan ekspresi protein p53 (upregulation), yang dikenal berperan penting dalam pengendalian siklus sel dan respons sel terhadap kerusakan.

"Penurunan ekspresi cyclin D1 menahan laju pembelahan sel tumor, sementara peningkatan p53 memicu sel kanker untuk mati secara terprogram. Kombinasi inilah yang membuat ekstrak daun bosi-bosi sangat berpotensi dikembangkan sebagai terapi pendamping antikanker," jelas Fauzan.

Meski demikian, hasil pengujian pada sel di laboratorium belum dapat disamakan dengan keberhasilan pengobatan pada manusia. Temuan ini merupakan bukti awal yang perlu ditindaklanjuti melalui penelitian lanjutan untuk memastikan mekanisme kerja, efektivitas, dosis, dan keamanannya sebelum potensi klinisnya dapat dinilai.

Kolaborasi Lintas Kampus Menguatkan Penelitian

Di balik rangkaian pengujian tersebut, terdapat kerja sama para peneliti dari berbagai institusi dengan keahlian yang saling melengkapi. Penelitian tanaman obat membutuhkan keterlibatan beragam disiplin ilmu, mulai dari biologi farmasi dan formulasi hingga kultur sel, pengujian antikanker, serta evaluasi toksisitas.

Tim penelitian ini dipimpin Muhammad Fauzan Lubis, M.Farm Apt dari Fakultas Farmasi USU. Ia bekerja bersama sejumlah peneliti, yakni: Dr Retno Murwanti, M.Sc Apt. Dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku pakar kultur sel dan antikanker, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si., Apt dari Fakultas Farmasi USU selaku pakar antikanker, Prof. Dr. Sumaiyah, M.Si., Apt dari Fakultas Farmasi USU selaku pakar formulasi dan preparasi. Nur Aira Juwita, S.Farm dari Fakultas Farmasi USU, Khairani Fitri, S.Farm., M.Si dari Institut Kesehatan Helvetia Medan, Dr. Ana Yulyana, M.Si dari Fakultas Farmasi Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, Ririn Astyka, M.Si dari Fakultas Vokasi USU, Sri Yuliasmi, M.Si., Apt dari Fakultas Farmasi USU, dr. Lokot Donna Lubis, Sp.PA dari Fakultas Kedokteran USU selaku pakar histologi dan toksikologi serta Wardiyah Daulay, S.Kep., Ns., M.Kep dari Fakultas Keperawatan USU.

Kolaborasi tersebut memungkinkan berbagai tahapan penelitian dilakukan dengan dukungan keahlian dan fasilitas yang sesuai. Pengujian sel kanker dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium kultur sel di UGM, dengan dukungan Dr. Retno Murwanti. Sementara itu, pengujian toksisitas dan preparasi sampel dilakukan di USU bersama para peneliti yang memiliki keahlian terkait.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Indonesia-Belarus Sepakati Kerja Sama Riset dan Teknologi
Lembaga Riset Malaysia Unggulkan Pasangan Jokowi-Ma ruf
Dewan Riset Sampaikan Solusi Penanganan Banjir Kepada Wali Kota Medan
13 - 17 Oktober 2018, Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara
Gebyar PAUD 2018 Tapanuli Utara Diwarnai Berbagai Lomba
UI: Riset dan Inovasi Jangan Hanya di Kertas
komentar
beritaTerbaru