Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 10 Mei 2026

Pengamat Kesehatan: Pemanfaatan Puskesmas Rawat Inap di Medan Masih Minim

- Rabu, 19 Februari 2014 18:21 WIB
3.828 view
Pengamat Kesehatan: Pemanfaatan Puskesmas Rawat Inap di Medan Masih Minim
SIB/Int
Ilustrasi
Medan (SIB)- Pengamat Kesehatan dari USU, Desnatul Aulia menilai pemanfaatan Puskesmas (PPK I) untuk rawat inap di Kota Medan masih rendah. Hal itu disebabkan posisi dari beberapa Puskesmas rawat inap berdekatan dengan rumah sakit sehingga masyarakat lebih memilih berobat ke rumah sakit dibandingkan Puskesmas.

"Sekarang bukan masalah jumlah Puskesmas rawat inap tetapi posisinya yang berdekatan dengan rumah sakit sehingga secara otomatis masyarakat memilih rumah sakit. Seharusnya posisi Puskesmas berada di penghubung antara pusat kota dan pinggir kota.

Di Medan sendiri cukup ada empat tetapi posisinya di penghubung Utara, Selatan, Timur, Barat. Tetapi keempat tersebut harus memiliki standar yang benar-benar sesuai dengan ruang rawat inap yang bagus dilengkapi fasilitas dan SDM yang bagus juga.

Ke-12 Puskesmas saat ini bisa dikatakan kurang bagus, jadi buat apa banyak buang-buang uang, tetapi tidak dimanfaatkan, lebih baik 4 Puskesmas saja tapi maksimal," kata Desnatul Aulia kepada SIB di Medan, Selasa (18/2).

Sementara Itu, Kepala Dinkes Medan drg Usma Polita Nasution MKes mengatakan, Puskesmas rawat inap di Medan sudah berkurang. Sebelumnya ada 13 dan sekarang sudah 12 Puskesmas. Hingga saat ini ke 12 Puskesmas rawat inap melayani masyarakat dengan bagus.

"Cuma 12 Puskesmas rawat inap dari 39 Puskesmas besar di Medan. Puskesmas rawat inap ada di kawasan Teladan, Helvetia, Sering, Bromo, Belawan, Medan Deli, Medan Area, Medan Labuhan, Tuntungan, Kedei Durian, Glugur Darat dan lain-lain. Tapi Puskesmas Padang Bulan tidak lagi," katanya.

Ditegaskannya, setiap Puskesmas rawat inap memiliki mobil Puskesmas. Dia melihat, meskipun berstatus Puskesmas rawat inap tetapi pintu pagar Puskesmas tersebut tidak terbuka 24 jam.

"Apabila ada masyarakat mau berobat tinggal ketok pintu rumah dokter atau perawat saja. Bukan berarti buka 24 jam berarti pagarnya juga buka," tambahnya.

Ia menambahkan, di beberapa Puskesmas masih mengalami kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). "Masih kekurangan pengamanan/Satpam dan kekurangan tenaga analis sebanyak 30 dan perawat gigi 30 dan apoteker sebanyak 30. Ini saja dipenuhi pemerintah sudah mantap bagi Puskesmas di Medan," tambahnya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Dasar Dinkes Sumut, Ros Idah R Berutu mengatakan, berdasarkan data Dinkes Sumut jumlah Puskesmas di 33 kabupaten/kota se-Sumut, Puskesmas Perawatan (rawat inap) sebanyak 167, Puskesmas Non Perawatan (berobat Jalan) sebanyak 403 dan Puskesmas Pembantu sebanyak 1.881.

Ditegaskannya, penambahan Puskesmas sesuai dengan kebutuhan di daerah tersebut dan penambahan Puskesmas bukan merupakan wewenang dari pemerintah provinsi melainkan pemerintah kabupaten.

Ros menilai jumlah Puskesmas di Sumut sudah mencukupi untuk menampung masyarakat di wilayah Puskesmas masing-masing. Akan tetapi ia mengakui masyarakat masih enggan berobat ke Puskesmas karena masyarakat masih menilai pelayanan Puskesmas kurang optimal baik segi alat maupun kualitas pelayanan.

"Dengan berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini, Puskesmas harus dioptimalkan karena pasien yang peserta BPJS terlebih dahulu melalui Puskesmas (PPK I), apabila tidak mampu baru dirujuk PPK II rumah sakit tipe C dan tidak mampu baru dirujuk ke PPK II rumah sakit tipe A dan B dengan membawa surat rujukan dan terkecuali kondisi sudah darurat. Untuk itu perlu peningkatan bimbingan penanganan teknik,” kata Ros Idah.

Ditambahkannya, dengan program JKN melalui BPJS Kesehatan maka peran dan fungsi Puskesmas akan kembali ke marwahnya untuk melayani masyarakat. Apabila masyarakat yang berobat tidak nyaman bisa saja mereka akan pindah Puskesmas sehingga yang dibayar nantinya ke Puskesmas akan berkurang. Selain itu, Puskesmas saat ini harus bisa menyelesaikan sekitar 140 penyakit.

Disebutkannya, jumlah Puskesmas terbanyak di Nias Selatan memiliki Puskesmas rawat inap 8 unit, rawat jalan 28 unit dan Puskesmas pembantu 66 unit. Kemudian Medan memiliki Puskesmas rawat inap 13 unit, rawat jalan 29 unit dan Puskesmas pembantu 41 unit. Puskesmas paling sedikit di Sibolga sebanyak rawat inap 1 unit, rawat jalan 3 unit dan Puskesmas pembantu 14 unit. (Dik2/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru