Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Minum Suplemen Tiap Hari Agar Panjang Umur? Ini Kata Dokter

- Minggu, 03 Mei 2015 19:10 WIB
504 view
Minum Suplemen Tiap Hari Agar Panjang Umur? Ini Kata Dokter
Suplemen
Singapura (SIB)- Meski sudah menjalani gaya hidup sehat, konsumsi suplemen dan vitamin tetap dilakukan oleh sebagian orang. Padahal menurut pakar, konsumsi suplemen dan vitamin tak menjamin seseorang akan lebih sehat dan bugar.

Dr Chan Kin Ming, pakar kesehatan geriatri dari Gleneagles Hospital mengatakan konsumsi suplemen dan vitamin boleh saja dilakukan. Namun secara pribadi, ia sangat jarang meresepkan suplemen dan vitamin hanya agar pasien merasa lebih sehat dan bugar.

"Suplemen dan vitamin sebaiknya jangan dikonsumsi berlebihan. Boleh saja jika ingin konsumsi suplemen dan vitamin, tapi ketika tubuh dalam kondisi kekurangan vitamin atau mineral tersebut," tutur Dr Chan, dalam Annual Scientific Meeting Gleneagles Hospital Singapore di Sheraton Tower, Singapura, Senin (27/4).

Dijelaskan Dr Chan, suplemen dikonsumsi untuk menambah jumlah vitamin dan mineral di dalam tubuh. Namun suplemen bukanlah sumber utama vitamin dan mineral.

Sumber utama vitamin dan mineral adalah makanan serta minuman yang dikonsumsi. Jika tubuh sudah mempunyai cukup vitamin dan mineral, makan suplemen yang dikonsumsi tidak akan berguna, dan hanya akan dikeluarkan tubuh melalui keringat dan urine.

"Kalau kandungan vitamin dan mineral sudah cukup dalam tubuh, tidak akan berpengaruh. Hanya akan dikeluarkan melalui keringat dan urin kita," tambahnya lagi.

Lalu bagaimana dengan lansia yang mengonsumsi suplemen protein? Bukankah seiring bertambahnya umur maka otot akan mengecil dan melemah, sehingga perlu lebih banyak asupan protein?

Menurut Dr Chan, anggapan tersebut tak sepenuhnya salah. Memang benar pada lansia, protein menjadi salah satu asupan penting untuk mencegah otot melemah dan mengecil. Namun bukan berarti lansia harus mengonsumsi suplemen protein seperti atlet binaraga.

"Saya kira suplemen protein hanya digunakan atlet binaraga, atau yang ingin membentuk otot. Untuk lansia perbanyak saja makan daging merah, dengan memerhatikan penyakit yang diidapnya, seperti jantung atau diabetes. Selama baik dan tidak berlebihan, tidak ada pantangan makan bagi lansia," pungkasnya. (detikHealth)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru