Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Berani Perjuangkan Fungsi Trotoar, Aksi Koalisi Pejalan Kaki Diapresiasi Media Asing

- Senin, 22 Februari 2016 18:15 WIB
1.352 view
Berani Perjuangkan Fungsi Trotoar, Aksi Koalisi Pejalan Kaki Diapresiasi Media Asing
SIB/Merdeka.com
Beginilah aksi para aktivis Koalisi Pejalan Kaki (KOPK) di sejumlah trotoar yang telah beralih fungsi menjadi tempat parkir.
Jakarta (SIB)- Aksi berani dan teguh  Koalisi Pejalan Kaki (KoPK)  telah dilakukan sejak 2011. Bermula dari tujuh orang aktivis, aksi tersebut kini telah menyebar ke kota-kota lainnya seperti Palembang, Bandung, Bogor, Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Palu.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengungkapkan, dirinya bersama keenam rekannya mengawali perlawanan terhadap pemotor di wilayah Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat.Saat itu, bahkan aksi yang dilakukan lebih ekstrem yaitu dengan tiduran di trotoar guna menghalau pemotor.

Aksi yang mereka lakoni bukannya tanpa risiko. Alfred mengisahkan banyak orang yang apatis terhadap mereka. Terutama pihak-pihak yang merasa tersindir dengan tulisan-tulisan yang mereka buat. "Dari diteriakin orang kurang kerjaan, stress sampai orang gila," katanya.

Namun, satu pengalaman yang tak pernah dilupakan Alfred adalah ketika ia ditodong pisau saat melakukan aksinya. "Waktu itu 2012, kejadiannya di depan kantor Kementerian Hukum dan HAM di Kuningan, Jakarta Pusat. Saya hanya tanya ke juru parkir siapa yang kasih izin parkir di sini. Dia malah ngancam saya dan nodong saya pakai pisau," tandasnya.

Meski sering mendapat ejekan bahkan ancaman dari berbagai kalangan Indonesia, namun para aktivis Koalisi Pejalan Kaki yang terus gencar melakukan aksi di jalanan ibukota Jakarta dan sejumlah kota lainnya itu mendapatkan apresiasi dari media asing, Reuters dan BBC (British Broadcasting Corporation).

Komunitas ini dipandang berani melakukan perubahan dan perlawanan dalam memperjuangkan trotoar bagi para pejalan kaki. “Aksi kami pernah diliput Reuters dan BBC. Mereka sangat mengapresiasi apa yang kami lakukan bagi masyarakat,” kata Nurul, anggota KoPK yang ditemui di kantor KoPK di Sarinah Building, Jakarta.

Tidak saja media asing, komunitas ini juga diapresiasi  beberapa warga negara asing di Jakarta. “Tahun 2013 kemarin ada tiga orang Rusia yang ke Jakarta untuk bertemu kami. Mereka tahu komunitas dan aktivitas kami dari Twitter,” sambung Nurul.

Nurul menambahkan, tiga orang Rusia tersebut sangat mengapresiasi tindakan mereka yang berani. “Mereka bilang ke kami, aksi kami memperjuangkan trotoar bagi pejalan kaki adalah yang pertama kali di dunia,” ujarnya lagi.

Apresiasi dan pujian tersebut juga memotivasi Nurul dan rekan-rekannya di KoPK untuk terus memperjuangkan hak-hak pejalan kaki di trotoar. Mereka sering melarang dan menghadang pengendara motor yang mencoba melewati trotoar bila jalan sedang macet.

Dengan aksi itu itu ada risiko mereka tertabrak pengendara yang membandel. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat para aktivis tersebut untuk terus berjuang. Mereka juga kerap mengkritik mobil polisi atau pejabat yang parkir di trotoar jalan.

Kendati dipuji dan diapresiasi media dan warga negara asing, aksi mereka justru sangat dibenci para pengendara motor yang nakal. Pasalnya aktivis Koalisi Pejalan Kaki sering menghalangi pengendara motor yang akan menggunakan trotoar dengan seenaknya.

“Sering ada yang tunjukin jari tengah dan ucapkan kata-kata kotor bila terus kami hadang agar tidak lewat trotoar,” kata Nurul.

Selain itu, lanjut Nurul, dia dan teman-temannya juga kerap kali dipandang gila ketika melakukan aksi. “Mbak udah gila ya. Mbak mending pulang dan nyuci,” kenangnya.

Nurul mengakui, semua pujian dan hinaan tersebut justru jadi pendorong komunitas mereka untuk terus berjuang bagi masyarakat. Koalisi Pejalan Kaki tersebut akan terus memperjuangkan hak-hak pejalan kaki dan mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki.

Sebagai informasi, Koalisi Pejalan Kaki ini dibentuk sejak Agustus 2011. Tujuan komunitas ini untuk mengkampanyekan dan mewujudkan trotoar difungsikan sebagai tempat yang nyaman bagi pejalan kaki. (kompas.com/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru