Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Indonesia Miliki Ribuan Hacker Hebat untuk Jaga Kedaulatan Negara

- Senin, 18 April 2016 17:56 WIB
876 view
Jakarta (SIB)-  Hacker merupakan Sebuah kata yang menurut banyak orang menakutkan, mengganggu dan misterius. Menurut Wikipedia, pengertian dari hacker adalah Peretas (Inggris: hacker) yaitu orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan.

Kegiatan peretasan sejauh yang diketahui mulai muncul di tahun 1960-an di antara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata bahasa Inggris "hacker" pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.Ada sejumlah nama yang melegenda di dunia di antaranya Jonathan James, Adrian Lamo, Kevin Mitnick, Kevin Poulsen, Robert Tappan Moris Indonesia meski belum masuk kategori negara maju namun diam-diam sejak lama sudah memiliki banyak hacker handal yang umumnya kalangan usia remaja dan mahasiswa.

Para hacker itu pun telah membentuk komunitas di antaranya yang paling terkenal di Indonesia antara lain, Indonesian Hacker Team yang diketahui sebagai komunitas hacker yang pertama berdiri dan memiliki anggota terbanyak mencapai 178.595 orang.

Ada juga Xcode-Yogyafree-Yogya Family Code Community yang kini beranggotakan 100.573 orang dan HN Community yang beranggotakan 30.689 orang, komunitas Jasakom, Kecoak Elektronik dan Komunitas Echo. Bahkan di antara ribuan peretas itu Indonesia ternyata memiliki jagoan IT yang mampu unjuk gigi di even dunia.

Tim Rentjong yang mewakili Indonesia berhasil meraih juara ke-3 dalam kompetisi Hacking Capture The Flag (CTF) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 16 - 17 Oktober 2013 lalu.

Tim Rentjong sendiri diisi oleh penggiat-penggiat security Tanah Air: Rizki Wicaksono, Ammar WK dan Arif Dewantoro. CTF merupakan ajang kompetisi hacking internasional yang diikuti 10 tim dari 7 negara yaitu Korea, Jepang, Belanda, Singapura, Malaysia, Vietnam dan Indonesia.

Sedangkan juara 1 dan 2 diraih tim dari Vietnam. Selain tim Rentjong, Indonesia juga diwakili tim Belalang Tempur. Menurut Rizki Wicaksono, kompetisi CTF menguji kemampuan peserta untuk memecahkan tantangan security seperti eksploitasi, reverse engineering, kriptografi, dan forensik yang dikemas dalam bentuk game attack dan defense antar tim.

Menyadari vitalnya peran pakar IT untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia dari serangan cyber maka pemerintah berencana membentuk badan cyber untuk memperkuat sektor pertahanan dan sektor strategis nonpertahanan yang dimaksudkan untuk memperkuat kedaulatan bangsa. "Sistem cyber yang akan dibentuk bukan malah untuk memata- matai warga negara sendiri," ujar Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Luhut Binsar Pandjaitan, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana, Jakarta, Minggu (23/8).

Menurut Luhut, pihaknya akan menggandeng berbagai lembaga informasi pemerintah seperti Lembaga Sandi Negara, Deputi bidang cyber di berbagai kementerian lembaga, serta Kementerian Komunikasi dan informatika."Juga pakar IT Indonesia untuk turut mengabdi, sehingga, gerak pemerintah di bidang teknologi informasi akan lebih padu dan seirama.

Menanggapi masalah tersebut, Menteri Komunikasi dan informatika, Rudiantara, mengatakan, pembuatan sistem pertahanan dan keamanan cyber sudah mendesak.

Setiap hari, dari pengamatan Kementerian Pertahanan secara aktual, pertahanan cyber Indonesia kerap diserang. Selain itu, Indonesia juga disinyalir menjadi tempat transit masyarakat luar negeri yang melakukan transaksi ilegal. "Kita harus segera meresponsnya dengan mengembangkan pertahanan cyber dalam negeri," ujar Rudiantara.

Makanya Kementerian Pertahanan pun menggelar ajang kompetisi cyber defense untuk merekrut anakanak muda pakar IT untuk memerkuat pasukan cyber Indonesia. (Relieve Pasaribu/berbagai sumber/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru