Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Laksanakan Ekspedisi, Tim EIN PB-NU Diharapkan Petakan Sejarah Islam di Sumut

- Senin, 09 Mei 2016 19:12 WIB
1.078 view
Laksanakan Ekspedisi, Tim EIN PB-NU Diharapkan Petakan Sejarah Islam di Sumut
SIB/Dok
Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi menerima cenderamata dari Wakil Sekjen PBNU Pusat Imam Pituduh usai menerima silaturahmi Tim Ekspedisi Islam Nusantara PB-NU di ruang Melati Kantor Gubsu, Rabu (4/5).
Medan (SIB)- Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan dukungan kepada Pengurus Pusat Nahdlatul Ulama (PB-NU) melakukan Ekspedisi Islam Nusantara (EIN).

Dukungan tersebut disampaikan Erry Nuradi saat menerima tim EIN PBNU di Kantor Gubsu, Rabu (4/5).

Tim Ekspedisi Islam Nusantara yang terdiri dari 25 orang ini dipimpin Wakil Sekjen PBNU Pusat Imam Pituduh didampingi Ketua PBNU Sumut Afifuddin Lubis. Sedangkan Plt Gubsu didampingi Asisten Kesejahteraan Sosial H Zulkarnain, Kepala Biro Binkemsos HM Yusuf, Plt Badan Kesbangpolinmas Zulkifli Taufik.

Dalam kesempatan itu, Erry mengatakan pemilihan Sumut sebagai lokasi EIN sangat tepat, karena kaya akan situs-situs Islam atau perjalanan sejarah perkembangan awal Islam. Hal ini dapat dibuktikan dari peninggalan sejarah perkembangan kerajaan-kerajaan Melayu yang kental dengan budaya Islam di sekitar Pantai Timur.

Selain itu, kuburan tua di Barus, Tapanuli Tenggah, menyimpan sejarah penting perkembangan Islam di Indonesia. Barus merupakan tempat pertama masuknya Islam di Indonesia. “Sejarah ini dibuktikan dengan situs makam Papan Tinggi yakni makam dari Syeikh Mahmud Barus yang menjadi objek wisata rohani,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, Sumut kaya akan situs dan sejarah peradaban keragaman etnis budaya sesama pemeluk agama lain yang telah terjalin harmonis sejak dahulu. “Sumut memang menjadi teladan dan patut menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal kerukunan hidup beragama,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Erry juga mengatakan, hubungan antarumat beragama di Sumut terjalin harmonis. “Maka tidak heran Sumut dijadikan contoh oleh daerah lain di Indonesia tentang kerukunan umat beragama. Kita layak bersyukur, konflik agama tidak memicu konflik di Sumut," katanya.

Wakil Sekjen PBNU Pusat Imam Pituduh mengatakan, sengaja memilih Sumut karena termasuk provinsi yang memiliki sejarah penting perkembangan Islam. “Sebelum ke Sumut, kita telah lebih dahulu ke Aceh dengan program yang sama. Di Sumut kami akan berkunjung ke Mesjid Raya, Istana Maimun, Mesjid Azizi di Langkat dan lokasi Tariqat Nasabandiyah Babusalam serta ke sejumlah mesjid yang didirikan para ulama besar dahulunya,” sebutnya.

Imam juga mengatakan, EIN dilakukan karena tingginya antusias umat Islam di luar negeri, seperti Amerika, Inggris, Prancis dan sejumlah negara eropa lainnya, terhadap sejarah perkembangan Islam di dunia. “Mereka berkeinginan mengetahui tentang perkembangan Islam dan muslim di tanah air, mulai dari ajarannya, hingga toleransi dengan penganut agama lainnya. Hasil Ekspedisi Islam Nusantara nantinya akan disebar ke negara-negara yang jumlah penduduknya semakin meningkat,” jelasnya.

EIN juga dimaksudkan untuk menghancurkan paham-paham radikal yang sering dituduhkan kepada ajaran Islam. Selain itu juga dalam upaya menghempang dampak pengaruh narkoba. “Karena PBNU sebagai organisasi Islam terbesar di tanah air berkeinginan agar pemuda-pemudi bebas dari narkoba,” tutupnya. (A12/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru