Silangit, Taput (SIB)- Komunitas H3 (Horas Halak Hita) menggelar
tur motor gede (moge) diikuti 170 peserta bertajuk Greatest Caldera Ride
2016, dengan mengitari Kawasan Danau Toba sejauh 500 kilometer.
Even
touring sepeda motor yang diprakarsai H3 ini sebagai salah satu dari
puluhan kegiatan promosi wisata dengan mengusung "Wonderful Toba".
Rombongan tur moge telah dimulai di Padang Sidempuan pada 21 Mei 2016 dan finish di Medan, Minggu (22/5).
Ketua
Pelaksana Greatest Caldera Ride, Efrinal Sinaga, bersama rombongan saat
tiba di Universitas Sisingamaraja XII Tapanuli (Unita), di Desa
Silangit, Tapanuli Utara, Sabtu (21/5), dengan menunggangi puluhan motor
gede disambut hangat oleh Rektor Unita yang diwakili Pembantu Rektor
(PR) II Arta Junita Hutahayan SP MSi, para dosen, pegawai dan seratusan
mahasiswa di halaman kampus.
Efrinal Sinaga menjelaskan, pecinta
moge yang tergabung dalam Komunitas H3 itu sengaja menyelenggarakan
kegiatan touring tersebut untuk membantu pemerintah memromosikan wisata
Danau Toba baik untuk tingkat nasional maupun tingkat internasional.
Terlebih setelah Kementerian Pariwisata menetapkan Danau Toba sebagai
satu dari 10 Top Destinasi Prioritas.
Dengan penyelenggaraan tur
ini diharapkan akan menarik minat wisatawan dan juga investor untuk
berkunjung dan berinvestasi di wilayah Otoritas Danau Toba dan Sumatera
Utara, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih helpfull dan
service full dalam menyambut tamu tamu dan wisatawan.
"H3
merupakan komunitas yang peduli akan pembangunan bangsa dan negara dalam
bidang sosial, budaya dan ekonomi, terpanggil untuk berpartisipasi
aktif dalam pengembangan pariwisata di Indonesia, terkhusus Danau Toba.
Dengan kegiatan ini diharapkan target kunjungan satu juta wisatawan ke
Danau Toba akan dapat tercapai sehingga akan menciptakan multiplier
effect bagi pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan pemerintah
kabupaten dan kota," kata Efrinal.
Di sela-sela kesempatan itu,
rombongan disuguhkan kuliner lokal, salah satu makanan ciri khas Tanah
Batak yakni itak gurgur dan ombus-ombus. Itak gurgur merupakan kue yang
berbahan dasar tepung beras. Di kawasan Sumatera Timur (pesisir timur,
Medan-Tanjungbalai) itak gurgur dikenal juga sebagai kue tepung mentah.
Sedangkan ombus-ombus merupakan makanan kukus berbalut daun pisang
layaknya lapet/lemet dimana pada bagian tengahnya berisi gula merah.
Para rombongan sangat menikmati cita rasa dari ombus-ombus dan itak
gurgur yang disuguhkan dengan secangkir kopi serta teh manis hangat.
"Kami
dari komunitas H3 sangat berterima kasih dengan penyambutan dari pihak
Unita. Terlebih suguhan makanan khas Batak itak gurgur dan ombus-ombus
yang enak dan gurih ini. Kami juga ketahui, kampus Unita merupakan salah
satu ikon memajukan pendidikan di wilayah Tanah Batak. Setelah dari
Kampus Unita, kami akan melakukan napak tilas ke Makam Pahlawan Nasional
dari tanah Batak, Raja Sisingamangaraja XII," ujar Efrinal.
Menurutnya,
kalau selama ini, ikon Danau Toba hanya gambaran tentang danau saja,
tetapi komunitas H3 ini memrioritaskan pengembangan budaya menjadi "Wonderful Toba" dengan maskot "Sigale-gale". "Kami juga akan
memromosikan batik Batak dari Samosir bekerja sama dengan ITB. Kemudian
pada 20 Agustus mendatang, kita mempromosikan balap sepeda yang
pesertanya berjumlah 250 orang dari 10 negara. Kita akan mengundang
Bapak Jokowi di Pantai Bulbul Balige. Selanjutnya kita juga akan
menjadikan Samosir menjadi Samosir Ultra Wisata, " ujarnya.
Dia
juga menuturkan, saat ini untuk mengembangkan pariwisata di Tanah Batak,
yang paling utama dirubah paradigma pariwisata di Tanah Batak selama
ini.
Sementara itu, PR II Unita Arta Junita Hutahayan SP MSi dalam
sambutannya menyampaikan terimakasih kepada panitia dan seluruh
rombongan atas kunjungan tersebut. Dia berharap kegiatan itu berjalan
dengan lancar dan memiliki manfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat
kawasan Danau Toba. "Selamat melanjutkan perjalanan. Semoga Tuhan
memberkati dan melancarkan seluruh perjalanan saudara-saudara,"
pungkasnya.
Usai acara ramah tamah, para dosen dan mahasiswa
dipersilahkan melihat langsung puluhan moge yang terparkir di halaman
Kampus Unita itu. Para dosen dan mahasiswa tak menyia-nyiakan kesempatan
untuk berpose dan berfoto bersama di kendaraan mewah berkapasitas 1000
CC itu. "Mohon izin bang, kami mau foto selfie dulu di atas motor abang.
Biar kami apload dulu di facebook. Maklumlah bang, jarang ada motor
seperti ini (moge) dapat kita lihat langsung," terang salah seorang
mahasiswa.
DISAMBUT DI HUMBAHAS
Rombongan selanjutnya
melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang
Hasundutan (Humbahas). Di sana, rombongan disambut Wakil Bupati Saut
Parlindungan Simamora, Kapolres Humbahas AKBP Dr Widodo Simangunsong,
Sekdakab Saul Situmorang, Asisten I Pemerintahan Drs Tonny Sihombing MIP
dan para pimpinan SKPD serta ratusan masyarakat Humbahas di Lapangan
Merdeka Doloksanggul dengan penampilan tari-tarian dan lantunan alat
musik tradisional Batak.
Pada kesempatan itu, Pemkab Humbahas
memberikan cinderamata berupa Ulos Batak kepada Ketua Panitia dan
beberapa perwakilan rombongan komunitas H3. Selain itu rombongan juga
disuguhkan dengan minuman khas daerah itu yakni Humbang Coffee dan
Sumatera Lintong Coffee yang merupakan hasil Dekranasda Kabupaten
Humbahas. Sebagai balasannya, rombongan Komunitas H3 juga memberikan
cinderamata berupa miniatur moge yang diterima langsung oleh Wakil
Bupati Saut Parlindungan Simamora.
(F02/E03/d)