Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 April 2026

Diduga Rebutan Lahan Garapan, Frengki Togatorop Tewas Dibacok 10 Pria di Rumahnya

- Selasa, 28 Januari 2014 12:25 WIB
2.059 view
Diduga Rebutan Lahan Garapan, Frengki Togatorop Tewas Dibacok 10 Pria di Rumahnya
SIB/Roy Damanik
Dibacok : Jenazah Frengki Togatorop alias Frengki tato korban pembacokan 10 pria ketika di RS Ridos Jalan Menteng 7 Medan Denai
Medan (SIB)- Seputaran daerah Jalan Selambo Toba Gg Sofian Blok II Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan mendadak heboh. Hal tersebut dikarenakan seorang pria yang merupakan ketua salah satu organisasi kepemudaan (OKP), Frengki Togatorop alias Frengki Tato (42) warga Gg Sofian, tewas usai dirawat di RS Lidos, Jalan Menteng VII, Medan Denai, setelah dibacok 10 pria di rumahnya," Senin (27/1).

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum kejadian naas yang menimpa korban, Frengki saat itu sendirian di dalam rumah. Tiba-tiba para pelaku yang diduga 10 orang dan mengendarai 5  sepedamotor, langsung menerobos masuk ke rumah korban, dan membacoki kepala, leher, dada serta punggung Frengki.

Saat kejadian, korban tidak bisa melakukan perlawanan, dan berusaha untuk menyelamatkan diri melalui pintu belakang, sembari berlari ke warung kopi yang berjarak 50 meter dari kediamannya. Melihat korban telah bersimbah darah, para pelaku langsung meninggalkan lokasi.

Seketika itu juga korban kritis dan terkapar, dengan kondisi tubuh yang dipenuhi darah. Esman Sianturi (68), pemilik warung yang melihat korban terkapar, langsung berteriak minta tolong, dan tak lama langsung memanggil istri korban, Mak Vera boru Saragih (37) yang saat itu sedang ke ladang.

Selanjutnya istri korban dibantu warga sekitar, membawa korban ke RS Ridos di Jalan Menteng 7, Medan Denai. Tetapi korban tak bisa diselamatkan, akibat luka yang serius di tubuhnya, serta banyak kehabisan darah. Selanjutnya pihak rumah sakit menjahit seluruh luka di tubuh korban.

Petugas Polsek Percut Sei Tuan, yang dipimpin langsung Kapolseknya, Kompol Ronald Sipayung SH SIK yang mendapat informasi, langsung mendatangi rumah sakit, untuk melihat kondisi korban, setelah itu jenazah korban dievakuasi ke Instalasi Jenazah RSU dr Pirngadi Medan, untuk di otopsi.

Selanjutnya menuju lokasi kejadian, untuk olah TKP, serta memintai keterangan warga sekitar yang melihat kejadian tersebut.

Salah seorang warga sekitar sekaligus kerabat korban, Jimmy Simanjuntak (33) mengungkapkan, pagi itu ia sedang membersihkan ladang jagung dan ubi, yang lokasinya tak jauh dari rumah korban.

Tiba-tiba, 10 pria menghampirinya dan langsung memarahinya, serta melarangnya agar tidak membersihkan ladang tersebut.

"Para pelaku melarangku untuk membersihkan ladang tersebut, dan menanyakan siapa yang menyuruh aku. Pelaku mengaku jika lahan tersebut merupakan milik mereka.

Aku langsung mengatakan, jika yang menyuruh untuk membersihkan lahan ini adalah Frengki Tato. Para pelaku semakin emosi, dan menanyakan dimana keberadaan korban saat ini. Langsung kubilang jika korban saat ini berada di rumahnya, dan tak lama pelaku pergi menuju rumah Frengki. Hanya beberapa menit, aku mendapat informasi bahwa korban telah dibacoki para pelaku," jelasnya.

Sementara itu, Esman pemilik warung kopi mengatakan, saat kejadian ia melihat Frengki Tato berlari, dan langsung terjatuh di depan warungnya. Di saat bersamaan, ia melihat beberapa pria sedang mengejar korban, dan tak lama langsung pergi.

"Saat itu saya mau mengambil catur ke dalam rumah, dan tiba-tiba korban berlari kemari, dengan tubuh dipenuhi luka bacokan. Seketika itu juga korban terkapar ke tanah, dan saat bersamaan ada beberapa pria yang mengejarnya, setelah itu meninggalkan lokasi dengan mengendarai 5 sepedamotor," akunya.

Dari amatan wartawan di lokasi, warga sekitar, kerabat korban dan anggota OKP yang tidak terima atas kematian korban secara tragis, langsung berkumpul di depan rumah korban.

Frengki selama ini dianggap sebagai sosok yang selalu membantu warga sekitar untuk mempertahankan lahan garapan yang akan direbut pihak-pihak lain.

Tak lama, situasi menjadi heboh, karena 1 dari 10 pelaku pembacokan, terlihat di kebun ubi dan jagung. Petugas Reskrim langsung melakukan pengejaran, serta pengepungan di lokasi.

Tetapi pelaku berhasil kabur, karena lokasi dipadati tanaman-tanaman, sehingga pelaku berhasil kabur dari kejaran petugas.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung SH SIK ketika dikonfirmasi di lokasi menyebutkan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

"Sebagian identitas para pelaku sudah kita ketahui. Saat ini petugas kita sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku, yang diperkirakan masih bersembunyi di daerah Selambo. Mudah-mudahan pelaku secepatnya kita tangkap, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," jelas Ronald.(A24/w)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru