Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 April 2026

Oknum Polisi Tembak Warga Hingga Tewas Direkonstruksi di Nisel

- Rabu, 29 Januari 2014 12:21 WIB
598 view
Oknum Polisi Tembak Warga Hingga Tewas Direkonstruksi di Nisel
SIB/Riswan H Gultom
Rekontruksi : Saat pelaksanaan rekonstruksi, tampak hadir kejaksaan diwakili Kasi Pidum Riacard Sihombing SH, Wakapolres Nisel kompol Salati Zalukhu, Kasubbag Humas Ipda Jonni Silalahi dan puluhan personel polisi, Selasa (28/1)
Nisel (SIB)- Rekonstruksi kasus penembakan yang dilakukan anggota Polres Nisel BP menewaskan Jumardin Lahagu (19) Desember 2013 lalu digelar di kompleks kantor satuan Reskrim, Selasa (28/1).

Hadir dalam rekonstruksi itu, Wakapolres Kompol Salati Zalukhu, Kasi Pidum Kajari Telukdalam Riacad Sihombing SH, Kasubbag Humas Polres Ipda Jonni Silalahi dan puluhan personel kepolisian.

Sekitar pukul 10.30 WIB adegan pertama tersangka BP, Sabtu sekitar pukul 11.30 usai tugas pengamanan hendak pulang menuju rumahnya mengendarai sepedamotor. Di tengah jalan ia bertemu dengan korban yang duduk sendiri di depan rumahnya.

Mereka terlibat pembicaraan dan sepakat membeli tuak guna diminum bersama dan berboncengan menuju Jalan Sudirman. Tersangka mengatakan akan membeli nasi goreng untuk isterinya di rumah. Usai belanja tuak dan nasi goreng, mereka pulang dan duduk di Jalan Sudirman warung Irwansyah yang sudah tutup.

Tersangka selanjutnya menyuruh korban mengantar nasi goreng kepada isteri tersangka sekalian minta gelas untuk meminum tuak. Sekitar pukul 02.00 WIB (Minggu) mereka masih minum dan terus berkelakar sembari tertawa.

Saat itu tersangka masih membawa senjata dalam posisi duduk minum tuak. Tersangka disebutkan terganggu oleh senjata api yang disimpan di bagian pinggang sehingga mencabut dan menyimpan pada saku jaket.

Saat itu korban melihat dan mencandai tersangka dan bertanya apakah senjata milik korban dapat meletus, tersangka mengiyakan jika senjatanya memiliki peluru dan berbahaya.

Tersangka memegang dan mengoles-oles di depan korban. Akibat candaan korban yang terus menerus, tersangka dalam kondisi mabuk mengeluarkan sebutir peluru dan memasukkan ke dalam senjata yang baru sebulan dimilikinya dan mengaku belum mahir benar tentang cara pengaturan pelurunya karena dikatakan senjata api berbeda-beda cara penggunaannya.

Dalam kondisi bercanda, tersangka mengarahkan senjata ke arah korban. Korban pun tertawa sembari menutup wajahnya dengan berkata, jangan om-jangan om.. Tak dinyana, pelatuk tertarik oleh tersangka dan mengenai wajah korban hingga roboh ke meja dan masih bernafas.

Tersangka terkejut dan panikĀ  tak mengira senjatanya akan meletus, ia memanggil isterinya. Selanjutnya warga, memapah korban ke rumah tersangka, saat itu adik korban datang dan menayakan perihal tertembaknya abangnya.

Dalam kondisi kalut mereka pun membawa korban ke rumah sakit Stella Maris Teluk guna mendapat pertolongan, Tersangka saat itu menjamini dengan bertanggung jawab atas perobatan, namun sejam kemudian korban tewas.

Kasubbag Humas Polres Nisel Jonni Silalahi yang dikonfirmasi usai rekonstruksi mengatakan tersangka tetap ditempatkan di ruang tahanan polisi, saat ini pihaknya merampungkan berkas guna dikirimkan ke kejaksaan dalam waktu dekat.

Usai menghadapi proses hukum, tersangka disebutkan akan kembali menghadapi sidang kode etik pada internal kepolisian. (C9/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru