Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 April 2026

Mengaku Tanahnya Diserobot, Belasan Warga Labura Mengadu ke Poldasu

- Kamis, 30 Januari 2014 11:30 WIB
466 view
Mengaku Tanahnya Diserobot, Belasan Warga Labura Mengadu ke Poldasu
Medan (SIB)- Usai menjalani pemeriksaan terkait laporan di Mapoldasu, Senin (23/12) lalu, belasan warga mewakili 42 masyarakat Desa Batu Tunggal, Kecamatan Sembilan Sepuluh, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), meminta Penyidik Poldasu bersikap tegas menanggapi laporan mereka. Hal itu disebutkan mereka di Mapoldasu, Jumat (24/1).

Mereka menjelaskan, dalam laporan yang bernomor : LP/ 1377/XII/2013/SPKT I, dengan pelapor Payung Harahap (64) yang mewakili masyarakat, melaporkan KS (51) warga Jalan Pelita I Rantau Prapat, MK (52), AR (32), AGM (27), AM (25) warga Dusun Rimbaya Desa Batu Tunggal Kabupaten Labura, dan FI (37) warga Komplek Perumnas Padang Pasir Rantau Selatan.

Dalam laporan itu, masyarakat melaporkan KS yang diduga telah melakukan penyerobotan tanah seluas 255 Ha milik masyarakat di Desa Batu Tunggal Kecamatan Sembilan Sepuluh Kabupaten Labura.

Kepada wartawan, Manahan Pasaribu (42) yang juga menjadi korban mengatakan, penyerobotan itu dilakukan KS dan MK CS dengan cara menebangi tanaman masyarakat, tahun 2000 lalu. Ditambahkan, lahan yang KS dan rekan-rekannya serobot tepatnya berada di Aek Momang / Tanjung Kerapat, Aek Napa, Aek Pandurungan, dan Aek Sialak.

"Tanah itu milik kami secara turun menurun dari nenek moyang yang kemudian diwariskan dan sudah diperkuat dengan Surat Keterangan (SK) Kepala Desa. Tiba - tiba dengan seenaknya dan tanpa alasan jelas, mereka lalu menyerobot tanah kami," ujarnya.

Disebutkannya, masyarakat kini berharap pejabat pemerintah dan kepolisian dapat menegakkan keadilan dengan mengembalikan tanah mereka, agar masyarakat di Huta Baru dapat hidup tentram.

"Saat ini, sudah tidak ada lagi mata pencarian kami. Sebelumnya kami adalah petani, kini kami hanya berharap uang bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. Bagaimana kami makan dan menyekolahkan anak-anak?, sementara tanaman durian, rambutan dan lainnya sudah dibabat mereka," ujarnya sambil menangis.

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (29/1), Kasubbid PID Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan mengatakan, setiap laporan dari masyarakat pasti akan ditindak lanjuti pihaknya. Namun, lanjutnya, penyidik membutuhkan waktu mendalami kasus itu dengan memeriksa sejumlah saksi. (A23/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru