Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 01 Juni 2026

Seorang Pria Diculik, Dibacok Brutal hingga Dibuang Bersimbah Darah di Depan Rumah Sakit

Roy Surya D Damanik - Senin, 01 Juni 2026 18:25 WIB
143 view
Seorang Pria Diculik, Dibacok Brutal hingga Dibuang Bersimbah Darah di Depan Rumah Sakit
Foto Dok/Warga
DIRAWAT: Rahmadsyah mendapat perawatan medis sementara di RS Muhammadiyah, Sabtu (30/5/2026).

Medan(harianSIB.com)

Seorang pria, Rahmadsyah (45) menjadi korban penculikan dan penganiayaan berat oleh sekelompok pria yang diduga merupakan suruhan seseorang.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bacokan di sekujur tubuh setelah dibuang di depan RS Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (30/5/2026) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Senin (1/6/2026), peristiwa berdarah itu bermula sekitar pukul 19.00 WIB saat korban berada di rumah kontrakannya di kawasan Jalan Jermal VII Ujung, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.

Baca Juga:
Tanpa diduga, puluhan orang mendatangi rumah korban. Sekelompok pria tersebut langsung melakukan pengeroyokan sebelum akhirnya menyeret dan membawa paksa Rahmadsyah ke lokasi yang belum diketahui.

Di tempat itulah korban diduga mengalami penyiksaan sadis. Para pelaku disebut menganiaya korban secara brutal dan membacoknya menggunakan senjata tajam jenis kelewang hingga mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh.

Setelah memastikan korban tak berdaya, para pelaku kemudian membuang Rahmadsyah yang masih hidup namun bersimbah darah di depan RS Muhammadiyah. Meski mengalami luka berat dan trauma mendalam, Rahmadsyah masih mampu mengingat sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi penculikan dan pembacokan tersebut.

Pengakuan korban kepada keluarganya bahwa ia mendengar para pelaku berulang kali menyebut nama seseorang pemuda berinisial GS yang memerintahkan untuk melakukan aksi penganiayaan.

Di tengah kondisi kritis korban, keluarga justru mengaku mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan medis. Abang kandung korban, Serka Dede Andiruka, anggota TNI mengatakan pihak keluarga sempat berpindah-pindah rumah sakit karena korban disebut tidak mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya.

Menurut Dede, usai ditemukan di depan RS Muhammadiyah, korban sempat hendak dirujuk ke RS Bhayangkara. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Adik kami kembali lagi ke RS Muhammadiyah, ditolak lagi. Kemudian kami bawa ke RS Murni Teguh, juga ditolak," ujarnya di Medan.

Situasi tersebut membuat keluarga semakin panik mengingat kondisi Rahmadsyah saat itu terus memburuk akibat banyaknya luka bacokan yang dideritanya.

"Akhirnya kami bawanya ke rumah kakak kami untuk mendapat pertolongan pertama. Kami juga bingung kenapa sampai ditolak berkali-kali," katanya.

Tak terima atas perlakuan yang dialami korban, keluarga kemudian mendatangi Polrestabes Medan untuk membuat laporan resmi terkait dugaan penculikan, pengeroyokan dan penganiayaan berat tersebut.

Namun hingga Minggu (31/5/2026) siang, pihak keluarga mengaku laporan yang mereka ajukan belum juga terdaftar secara resmi.

"Laporan sudah kami serahkan melalui pengacara. Tapi sampai sekarang belum diangkat. Mungkin karena kami baru selesai sampai sekitar jam lima pagi," ujar Dede.

"Kami berharap aparat kepolisian segera bertindak cepat mengusut kasus tersebut, mengingat jumlah pelaku yang disebut mencapai puluhan orang serta adanya dugaan keterlibatan pihak yang memerintahkan aksi kekerasan tersebut," tambah Dede.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis saat dikonfirmasi lewat WhatsApp belum memberikan jawaban.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dicegat Saat Naik Motor, Pria Asal Simalungun Ternyata Simpan Stok Ganja di Rumah Kontrakan
Sembunyikan Sabu, Pria Asal Balikpapan Diciduk di Pinggir Jalan Pematang Siantar
JAM Intel Siap Kawal PSN Pembangunan 1000 Kampung Nelayan Merah Putih Senilai Rp5,17 Triliun
Nama Faisal Hasrimy Muncul di Dakwaan, Penasihat Hukum Supriadi: Klien Kami Tidak Terlibat
Diduga Tak Kuat Menahan Perlakukan Kasar, Sejumlah Pria yang Jalani Rehabilitasi Mandiri Kabur
Pria 55 Tahun Dibekuk di Simpang Karang Sari, Polisi Sita 8,05 Gram Sabu
komentar
beritaTerbaru