Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 April 2026

Aksi Premanisme Kambuh di Medan, Tak Diberi Uang Keamanan Preman Ancam Buruh Bangunan

*Aniaya Pekerja Hiburan Malam, Sekretaris OKP Ditangkap Polisi
- Sabtu, 15 Februari 2014 14:30 WIB
997 view
 Aksi Premanisme Kambuh di Medan, Tak Diberi Uang Keamanan Preman Ancam Buruh Bangunan
SIB/Int
Ilustrasi
Medan (SIB)- Tak diberi uang keamanan, seorang pemuda yang disebut-sebut sebagai preman, Fe mengancam seorang buruh pengangkut barang, Piter Pangaribuan (48) di tempat kerjanya di Jalan Pertiwi/Gg Pendidikan, Kecamatan Medan Tembung, Jumat (14/2/2014).

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum terjadinya pengancaman, korban dan rekan-rekannya mengangkut barang-barang ke satu truk. Tiba-tiba pelaku datang mengendarai sepedamotor dan langsung memarkirkan sepedamotornya di depan korban. Fe turun dari sepedamotor dan menghampiri Piter. Tanpa basa-basi, pelaku meminta uang keamanan dengan nada memaksa ke korban.

Korban mengatakan ke pelaku, bahwa ia hanyalah pekerja dan mau memberikan uang, tetapi tidak dengan ancaman. Pelaku yang emosi langsung mengeluarkan pisau dari saku kemejanya dan terus memaksa meminta uang. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut, saat itu juga memadati lokasi dan pelaku yang ketakutan, langsung meninggalkan lokasi.

Korban mengungkapkan, pelaku memang dikenal sebagai preman kampung. "Saya sudah puluhan tahun tinggal di sini dan belum pernah diancam siapapun, karena saya mengenal semua warga di sini. Tiba-tiba saja Fe mendatangi saya untuk meminta uang, selanjutnya mengancam dengan pisau. Langsung saya tantang pelaku untuk berduel, di luar sana, tetapi Fe emosi dan mengacungkan pisau ke arah saya. Warga sekitar yang melihat ulah pelaku, langsung geram dan datang ke lokasi. Saat itu juga pelaku meninggalkan lokasi," ujarnya.

Tambahnya, rencananya korban akan membuat laporan ke Mapolresta Medan. "Saya akan membuat laporan pengaduan ke Polresta Medan dan hal tersebut atas saran dari keluarga saya yang bertugas di Polresta. Mudah-mudahan setelah membuat laporan, pelaku secepatnya ditangkap, agar lokasi kami untuk mencari makan bisa aman dari gangguan para preman," jelasnya.

Sekretaris OKP Ditangkap Polisi

Dituduh melakukan penganiayaan terhadap pekerja hiburan malam Stroom di gedung Selecta Jalan Listrik Medan, seorang sekretaris OKP ditangkap petugas Polresta Medan, Kamis (13/2).

Tersangka Ir TP (43) dan rekannya  DL (46) kemudian diboyong ke kantor polisi  untuk menjalani pemeriksaan.

Kasat Reskrim Kompol Jean Calvijn Simanjuntak yang dikonfirmasi, Jumat (14/2) sore  membenarkan kedua tersangka ditangkap di tempat hiburan malam karena melakukan penganiayaan.

“Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan,” kata Calvijn.

Informasi  di Polresta Medan, Jumat sore,  kedua tersangka diamankan karena laporan dari seorang pekerja di tempat hiburan malam Stroom yang mengaku dianiaya oleh TP dan rekan-rekannya.

Peristiwa terjadi sekira pukul 21.00 WIB, berawal saat TP bersama rekan-rekannya berada di lokasi hiburan malam. Namun keributan terjadi saat TP memesan makanan, ternyata makanan yang dipesannya tidak sesuai dengan pesanannya.

Selanjutnya TP meminta agar pesanannya diganti, saat diantarkan ternyata makanan yang diantar kembali tidak sesuai dengan yang dipesan. Akibatnya sempat terjadi adu mulut antara TP dengan pekerja tersebut. Diduga karena emosi TP dan DL memukul pekerja tersebut.

Akibat keributan itu di tempat hiburan malam tersebut, Reskrim Polresta Medan yang mendapat laporan menuju ke lokasi dan mengamankan TP dan DL ke Mapolresta Medan.

Pantauan di Mapolresta Medan, tampak TP menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Unit Jahtanras Polresta Medan.

Sedangkan Kanit Jahtanras AKP Daniel Marunduri saat dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaan TP, belum bisa memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan tersebut.

"Masih kita periksa keduanya," katanya singkat. (A12/A24/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru