Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Liga Arab Kecam Operasi Militer Turki

* Prancis dan Jerman Setop Penjualan Senjata ke Turki
Bantors Sihombing - Senin, 14 Oktober 2019 21:00 WIB
302 view
Liga Arab Kecam Operasi Militer Turki
Ilustrasi
Kairo (SIB) -Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit memimpin para menteri luar negeri Tanah Arab menolak operasi militer yang dilakukan Turki di timur laut Suriah, Sabtu (12/10). Ahmed menyatakan, upaya itu sebagai invasi tanah Arab dan agresi terhadap kedaulatannya. Membaca dari penyataan resmi di akhir pertemuan, Ahmed Abdoul mengatakan, Liga Arab akan mempertimbangkan mengambil langkah-langkah melawan Turki di sektor ekonomi, investasi dan budaya, termasuk kerja sama pariwisata dan militer. Dia juga meminta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menghentikan agresi Turki dan penarikan pasukan dari wilayah Suriah.

Menteri Luar Negeri Irak Mohamed Ali Alhakim, presiden Liga Arab saat ini, juga menantang serangan Turki ke Suriah selama pertemuan darurat badan tersebut. "Akan memperburuk krisis kemanusiaan, meningkatkan penderitaan rakyat Suriah dan memperkuat kemampuan teroris mengatur kembali sisa-sisa (kekuatan) mereka," kata Mohamed Ali.

Mohamed Ali dan Menteri Luar Negeri Libanon Gebran Bassil meminta Liga Arab mengembalikan keanggotaan Suriah dalam badan tersebut. Menteri Luar Negeri Uni Eirat Arab Anwar Gargash juga mengutuk serangan Turki. "Kami menyerukan Turki dan pasukannya keluar, serta semua pasukan asing yang telah melanggar negara Arab ini dan untuk mendorong solusi politik yang sesuai," kata Gargash. Qatar, yang dianggap sebagai sekutu Turki, tidak memblokir pernyataan resmi bersama itu. Mereka hanya menyuarakan keberatan.

Namun, Turki menolak pernyataan Liga Arab dan menyatakan mereka salah menilai operasi militer yang dilakukan. Direktur Komunikasi untuk Kepresidenan Turki Fahrettin Altun mengatakan, pemerintah yang tidak menyukai sikap Turki terhadap masalah Timur Tengah termasuk konflik Israel-Palestina dan perang di Yaman tidak berbicara untuk dunia Arab.

Sementara Prancis dan Jerman mengumumkan pemberlakuan penghentian ekspor senjata ke Turki. Pernyataan bersama dari kementerian luar negeri dan pertahanan Prancis mengatakan Paris telah menangguhkan semua penjualan senjata ke Turki. Prancis menekankan serangan yang diluncurkan ke Suriah timur laut adalah ancaman bagi keamanan Eropa.

"Dengan mengharapkan akhir dari serangan ini, Prancis memutuskan menangguhkan semua rencana mengekspor senjata ke Turki yang dapat digunakan dalam serangan ofensif ini. Keputusan ini berlaku segera," kata pernyataan tersebut.

Pengumuman tersebut dikeluarkan beberapa jam setelah Jerman juga mengatakan menangguhkan semua penjualan senjata ke Turki. Langkah Jerman pun dapat mempengaruhi pengadaan pertahanan Turki sebab negara pimpinan Recep Tayyip Erdogan itu mengimpor lebih dari 250 juta dolar AS senjata Jerman dalam setahun. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu bereaksi terhadap keputusan Jerman. Dia mengatakan langkah tersebut akan membuat Turki lebih berani melanjutkan serangan di Suriah. (T/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru