Menurut laporan Reuters dan dilansir dari CNBC Indonesia, yang mengutip enam sumber dengan pengetahuan langsung mengenai persiapan tersebut, AS berencana menggunakan pangkalan udara di Damaskus itu untuk memantau potensi kesepakatan damai antara Israel dan Suriah.
Namun, lokasi pasti pangkalan tersebut tidak diungkapkan karena alasan keamanan operasional, setelah adanya permintaan dari pejabat administrasi AS agar informasi itu tidak dipublikasikan.
Belum ada kejelasan mengenai jumlah personel militer AS yang akan dikerahkan maupun waktu kedatangan mereka. Seorang pejabat pertahanan AS yang dikutip Newsweek menyatakan bahwa mereka "tidak memiliki informasi untuk dibagikan" terkait hal ini.
Sementara itu, dua sumber militer Suriah menegaskan bahwa otoritas Suriah akan tetap memegang kendali penuh atas pangkalan tersebut. Seorang pejabat Barat juga mengungkapkan bahwa Departemen Pertahanan AS telah melakukan beberapa misi pengintaian ke lokasi itu dan menyimpulkan bahwa landasan pacunya layak digunakan untuk operasi penerbangan militer.
Seorang pejabat pertahanan Suriah kepada Reuters menuturkan bahwa pesawat angkut militer AS tipe C-130 telah mendarat di fasilitas tersebut dalam beberapa kesempatan.
Langkah ini datang setelah serangkaian pengurangan pasukan AS di wilayah Suriah selama beberapa tahun terakhir.