Utusan khusus AS untuk Damaskus, Thomas Barrack - yang juga menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Turki - mengungkapkan awal tahun ini bahwa Washington telah mengurangi jumlah pangkalan militernya di Suriah secara bertahap.
"Kita telah menurunkan jumlah pangkalan dari delapan menjadi lima, lalu menjadi tiga. Pada akhirnya kita akan menuju hanya satu," kata Barrack.
Departemen Pertahanan AS (Pentagon) pada April lalu juga mengumumkan rencana untuk memangkas jumlah pasukan di Suriah menjadi kurang dari 1.000 personel dalam beberapa bulan ke depan.
Pasukan AS pertama kali ditempatkan di Suriah lebih dari satu dekade lalu dalam rangka memerangi kelompok ISIS dan membantu Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah organisasi bersenjata yang dipimpin oleh kelompok Kurdi. Saat ini, SDF sedang dalam proses integrasi ke dalam militer nasional Suriah di bawah pemerintahan baru.(*)