Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 08 Juni 2026

Juru Bicara IRGC Tewas Diserang AS-Israel Usai Tampil di TV

Redaksi - Minggu, 22 Maret 2026 10:01 WIB
712 view
Juru Bicara IRGC Tewas Diserang AS-Israel Usai Tampil di TV
Foto: Dok/iNews
Mohammad Naini tewas diserang AS-Israel usai tampil di TV Sabtu, 21 Maret 2026.

Teheran (harianSIB.com)

Iran kembali kehilangan tokoh penting di bidang militer setelah juru bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Kematian tersebut menambah daftar panjang pejabat tinggi Teheran yang gugur sejak konflik memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataan resminya dikutip dari Inews.ID, IRGC menyebut Ali Mohammad Naini tewas dalam serangan yang mereka sebut sebagai "aksi teroris pengecut dan kriminal" oleh pihak Amerika Serikat dan Israel pada Jumat dini hari, 20 Maret 2026.

Naini yang berusia 68 tahun diketahui baru menjabat sebagai juru bicara IRGC sejak tahun 2024. Ia tewas hanya beberapa jam setelah tampil di televisi nasional Iran dan menegaskan bahwa negaranya masih memiliki kemampuan penuh untuk memproduksi rudal, meski dalam kondisi perang.

"Industri rudal kami layak mendapatkan nilai sempurna dan tidak ada kekhawatiran dalam hal ini, karena bahkan dalam kondisi perang pun kami terus memproduksi rudal," ujar Naini seperti dikutip kantor berita Fars.

Baca Juga:
Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sehari sebelumnya yang menyebut Iran sudah tidak lagi mampu memperkaya uranium maupun memproduksi rudal balistik.

Di saat yang sama, militer Israel mengaku terus menggencarkan serangan di wilayah timur Teheran, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Persia, Nowruz, yang tahun ini bersamaan dengan Idulfitri.

Suasana di ibu kota Iran dilaporkan jauh dari perayaan, dengan jalanan sepi tanpa aktivitas meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kematian Naini menjadi bagian dari gelombang tewasnya pejabat tinggi Iran dalam waktu kurang dari tiga minggu terakhir. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026, dan posisinya disebut telah digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

Sejumlah tokoh penting lain juga dilaporkan gugur, termasuk Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani yang tewas bersama putra dan beberapa asistennya. Kepala pasukan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani, serta Menteri Intelijen Esmail Khatib juga dilaporkan tewas dalam rentang waktu 48 jam yang sama.

Militer Israel juga mengklaim telah menewaskan Esmail Ahmadi, tokoh intelijen senior Basij, dalam serangan di Teheran awal pekan ini. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait klaim tersebut.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth bahkan menyatakan bahwa posisi pimpinan di IRGC maupun Basij saat ini menjadi jabatan paling berbahaya di dunia.

Meski demikian, pejabat Amerika Serikat lainnya mengisyaratkan adanya perbedaan tujuan antara Washington dan Tel Aviv. Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard menyebut fokus Israel adalah melumpuhkan kepemimpinan Iran, sementara Amerika Serikat lebih menitikberatkan pada penghancuran kemampuan rudal balistik serta kekuatan angkatan laut Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, struktur politik negaranya tidak bergantung pada satu tokoh.

"Keberadaan atau ketiadaan satu orang tidak akan memengaruhi sistem ini," ujarnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gema Takbir Iringi Pawai Obor Malam Takbiran di Pantailabu
Polres Tanjungbalai Kawal Ketat Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Takbiran di Kabanjahe
Puluhan Kendaraan Hias Ramaikan Malam Takbiran di Medan Utara
Kapolres Tapteng Imbau Takbiran Tanpa Knalpot Brong
Harga Emas Dunia Turun, Minyak Naik di Tengah Ketegangan Iran-AS
komentar
beritaTerbaru