Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 08 Juni 2026

AS Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15E Yang Jatuh di Iran

Redaksi - Minggu, 05 April 2026 18:01 WIB
943 view
AS Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15E Yang Jatuh di Iran
X/@IRGCIntelli
Gambar kursi pelontar jet tempur F-15E. Detik-detik Operasi Penyelamatan Pilot Jet Tempur F-15E AS Setelah 2 Hari Hilang.

Washington (harianSIB.com)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pasukannya telah berhasil menyelamatkan pilot jet tempur F-15E yang hilang seusai ditembak Iran pada Jumat (3/4/2026).

Trump mengeklaim keberhasilan ini menjadi operasi paling berani dalam sejarah AS.

"Kami berhasil menemukannya! Rekan-rekan sebangsa Amerika, selama beberapa jam terakhir, militer Amerika Serikat telah melakukan salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam Sejarah AS," tulis Trump di Truth Social, dikutip dari AFP.

"Untuk salah satu perwira awak pesawat kami yang luar biasa, yang juga merupakan seorang kolonel yang sangat dihormati, dan yang dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa dia sekarang selamat dan sehat!", sambung Trump.

Evakuasi tersebut berlangsung dramatis. Pilot yang identitasnya disebut "Wizzo" dan merupakan seorang kolonel itu ditemukan setelah dua hari menghilang pada Minggu (5/4/2025).

Dia ditemukan di barat daya Iran dalam keadaan luka tetapi masih sanggup berjalan. Selama dua hari hilang, ia hanya bersenjata pistol.

Dilansir dari kompas.com, operasi penyelamat pilot jet tempur F-15E terjadi sangat kompleks dan melibatkan sumber daya militer AS yang banyak.

Ratusan personel pasukan khusus dan beberapa lusin pesawat tempur serta helikopter diluncurkan untuk pencarian. Operasi berlangsung berjam-jam.

Laporan Al Jazeera menyebutkan, operasi dilakukan dalam kegelapan hingga berlanjut di siang hari.

Menurut pejabat AS, pasukan AS mengepung dan mendekati lokasi pilot tersebut. Kemudian, baku tembak terjadi dengan pasukan Iran terjadi pada siang hari.

Pada umumnya, pasukan operasi khusus akan terjun ke operasi penyelamatan seperti itu, dan mencoba mengevakuasi seseorang dengan sangat cepat dalam kegelapan.

Presiden Trump kemudian mengkonfirmasi banyak detail misi tersebut, dan menambahkan beberapa detailnya sendiri dengan mengatakan bahwa penerbang tersebut telah diselamatkan, dan mengkonfirmasi bahwa dia adalah seorang kolonel.

Kolonel tersebut kemudian diterbangkan ke Kuwait untuk menerima perawatan atas luka-lukanya. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru