Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Israel Tetap Bombardir Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku Dua Pekan

Redaksi - Rabu, 08 April 2026 20:58 WIB
331 view
Israel Tetap Bombardir Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku Dua Pekan
harianSIB.com/AFP
Sejumlah perempuan Iran mengibarkan bendera saat orang-orang berkumpul di Lapangan Revolusi Teheran setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, pada 8 April 2026.

Jakarta (harianSIB.com)

Kesepakatan gencatan senjata bersyarat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama dua pekan belum menghentikan eskalasi di kawasan Timur Tengah. Militer Israel tetap melancarkan serangan udara ke Lebanon selatan, Rabu (8/4/2026) pagi waktu setempat.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menghentikan serangan terhadap Iran sesuai arahan politik, namun operasi militer terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon tetap dilanjutkan.

"IDF terus melakukan operasi darat yang ditargetkan," demikian pernyataan resmi militer Israel, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga:
Serangan udara terbaru dilaporkan menghantam wilayah Tyre dan Nabatieh di Lebanon selatan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup konflik dengan Hizbullah.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata sementara selama dua minggu dilakukan dengan syarat Iran membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," ujar Trump melalui Truth Social, Rabu (8/4).

Trump menambahkan, kesepakatan itu menjadi langkah menuju perdamaian jangka panjang di Timur Tengah, sekaligus memberi waktu untuk memfinalisasi kesepakatan lebih luas.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan Iran bersedia menyetujui gencatan senjata jika seluruh serangan terhadap negaranya dihentikan.

"Selama periode dua minggu, jalur pelayaran aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan," ujarnya.

Meski demikian, situasi di kawasan belum sepenuhnya mereda. Sejumlah negara Teluk seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain melaporkan serangan drone dan rudal yang diduga berasal dari Iran.

Militer Kuwait menyebut telah mencegat 28 drone, meski serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada fasilitas minyak dan listrik. Sementara di Bahrain, dua orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan drone.

Pengamat menilai kondisi ini menunjukkan perintah gencatan senjata belum sepenuhnya terimplementasi di lapangan, mengingat Iran memberi kewenangan kepada komandan regional dalam pengambilan keputusan militer.

Di tengah dinamika tersebut, Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam perundingan antara AS dan Iran. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa kedua pihak akan melanjutkan perundingan di Islamabad dalam waktu dekat.

Sementara itu, dampak langsung dari kesepakatan tersebut mulai terasa di pasar global. Harga minyak mentah dunia turun tajam, dengan Brent anjlok sekitar 13,6 persen menjadi US$94,50 per barel.

Meski harga turun, analis menilai kondisi pasar masih rentan karena konflik belum sepenuhnya berakhir dan kerusakan infrastruktur di kawasan cukup besar.

Situasi dua pekan ke depan diperkirakan menjadi fase krusial untuk menentukan apakah gencatan senjata dapat berlanjut menjadi kesepakatan damai permanen di kawasan Timur Tengah.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
AS-Israel Bunuh Kepala Intelijen Garda Revolusi Islam Iran
AS-Israel Serang PLTN Bushehr Iran, 1 Orang Tewas
Ini Kata-kata Israel Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
IDF Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon Selatan
Ultimatum Iran Usai 2 Universitasnya Hancur Dibom: Kampus AS di Timur Tengah Terancam Serangan Balasan
Israel Klaim Bunuh Komandan AL Iran yang Tutup Selat Hormuz
komentar
beritaTerbaru