Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 06 Agustus 2026

Pewaris Rp90 Triliun Pilih Jadi Biksu, Tinggalkan Takhta Bisnis Demi Kedamaian Batin

Redaksi - Sabtu, 13 Juni 2026 18:26 WIB
901 view
Pewaris Rp90 Triliun Pilih Jadi Biksu, Tinggalkan Takhta Bisnis Demi Kedamaian Batin
Foto ist
Ven Ajahn Siripanyo.

Jakarta(harianSIB.com)

Ven Ajahn Siripanyo, putra tunggal konglomerat Malaysia menarik perhatian publik setelah melepaskan kehidupan mewah serta hak waris senilai sekitar Rp90 triliun untuk menekuni jalan hidup sebagai biksu Buddha.

Berdasarkan laporan South China Morning Post yang dimuat Economic Times dan melansir CNBC Indonesia, Siripanyo adalah putra dari mendiang Ananda Krishnan, salah satu orang terkaya di Malaysia yang membangun kerajaan bisnis di bidang telekomunikasi, media, dan energi.

Sebagai satu-satunya putra, posisinya paling utama untuk melanjutkan dan mewarisi seluruh aset keluarga. Namun, ia memilih arah yang jauh berbeda. Sejak usia muda, Siripanyo memutuskan menapaki ajaran Buddha tradisi Theravada, melepaskan segala hak milik dan kedudukan duniawi.

Kini ia hidup sederhana sebagai biksu hutan atau Ajahn. Kebutuhan sehari-harinya hanya mengandalkan sedekah makanan dari umat yang berkunjung ke tempatnya bertapa.

Keputusan ini mendapat dukungan dan penghormatan penuh dari keluarganya. Bagi keluarga besar Ananda Krishnan, pilihan itu adalah hak pribadi yang tidak boleh diganggu gugat. Meskipun telah meninggalkan kemewahan, Siripanyo tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga dan sesekali menjenguk ayahnya, tanpa melanggar kaidah ajaran yang dianutnya.

Perjalanan hidupnya kerap disamakan dengan tokoh Julian Mantle dalam novel The Monk Who Sold His Ferrari. Bedanya, kisah Siripanyo bukanlah rekaan, melainkan kenyataan nyata.

Di tengah dunia yang gemar mengejar harta dan kedudukan, ia menjadi contoh langka: memilih meninggalkan takhta bisnis demi ketenangan batin dan makna hidup yang lebih mendalam.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru