Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 01 Agustus 2026

Ribuan Migran Tembus Ceuta, Spanyol Kerahkan Aparat

Redaksi - Jumat, 31 Juli 2026 11:10 WIB
207 view
Ribuan Migran Tembus Ceuta, Spanyol Kerahkan Aparat
Reuters
Sejumlah migran berenang menuju wilayah Ceuta, Spanyol, saat gelombang penyeberangan dari Maroko meningkat, Kamis (30/7/2026).

Spanyol(harianSIB.com)

Ribuan migran dilaporkan memasuki wilayah otonom Spanyol di Ceuta, Afrika Utara, Kamis (30/7/2026), sehingga memicu krisis kemanusiaan dan pengamanan di perbatasan Uni Eropa. Pemerintah Spanyol langsung mengerahkan ratusan personel kepolisian dan militer untuk memperkuat pengamanan di kawasan tersebut.

Televisi pemerintah Spanyol, TVE, memperkirakan sekitar 2.000 hingga 3.000 migran berhasil memasuki Ceuta dalam sehari. Namun, angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters. Sebagian migran menyeberangi laut dengan berenang atau menggunakan ban dalam, sementara lainnya menerobos pintu perbatasan darat.

Ceuta merupakan wilayah otonom Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko. Bersama Melilla, kawasan ini menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika sehingga kerap menjadi jalur masuk para migran menuju Eropa.

Pemerintah Ceuta menyebutkan lebih dari 1.500 migran telah tiba melalui jalur laut dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat pusat penampungan penuh, bahkan ratusan migran terpaksa bermalam di ruang terbuka. Fasilitas bagi anak-anak migran tanpa pendamping juga dilaporkan beroperasi hingga 2.400 persen dari kapasitas normal.

Baca Juga:
Menghadapi lonjakan tersebut, Pemerintah Spanyol mengirim 200 polisi khusus dan 60 personel militer dari daratan utama. Sementara itu, otoritas Maroko berupaya menghentikan arus penyeberangan dari wilayahnya. Sejumlah saksi menyebut aparat menggunakan meriam air terhadap kelompok migran di kawasan Fnideq, dekat perbatasan Ceuta.

Krisis itu juga memakan korban jiwa. Otoritas setempat melaporkan sembilan jenazah ditemukan di wilayah Ceuta pada Kamis. Kapal patroli Guardia Civil, petugas penyelamat laut, serta relawan Palang Merah terus melakukan evakuasi terhadap para migran yang kelelahan atau terancam tenggelam.

Kepala Pemerintahan Ceuta, Juan Jesús Vivas, menyatakan situasi tersebut merupakan darurat kemanusiaan dan sosial. "Keadaan ini merupakan darurat kemanusiaan dan sosial," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Meski demikian, pemerintah pusat Spanyol menyatakan belum menetapkan status darurat nasional hanya karena persoalan migrasi. Pemerintah memastikan akan terus menjaga keamanan warga sekaligus memperkuat pengawasan di perbatasan.

Pemerintah Spanyol menduga lonjakan migran dimanfaatkan jaringan kriminal setelah adanya putusan Mahkamah Agung terkait pembatasan pengembalian langsung migran yang dicegat di laut. Namun, sejumlah aktivis hak asasi manusia meragukan para migran memahami perubahan aturan tersebut.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pada krisis migrasi Ceuta pada 2021. Perdana Menteri Pedro Sánchez bersama Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska dijadwalkan mengunjungi Ceuta untuk meninjau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan aparat keamanan serta pemerintah daerah.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wanita Maroko Bunuh dan Masak Daging Pacarnya Jadi Makanan Tradisional
Mengenal Putri Leonor, Gadis 13 Tahun Pewaris Takhta Kerajaan Spanyol
De Gea Dikritik, Timnas Spanyol Ikut Limbung
Ratusan Pekerja Migran Tebingtinggi Berangkat ke Malaysia
Media Spanyol Diprotes, Bikin Meme Paradoks K-Pop
Hadang Imigran, Pentagon Kerahkan 800 Tentara ke Perbatasan
komentar
beritaTerbaru