Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 03 Agustus 2026

Massive Attack Dilarang Masuk Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina di Atas Panggung

Redaksi - Senin, 03 Agustus 2026 08:52 WIB
113 view
Massive Attack Dilarang Masuk Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina di Atas Panggung
Foto: Dok/Kompas.com
Grup musik asal Inggris, Massive Attack, mengibarkan bendera Palestina saat tampil di Star Theatre, Singapura, Rabu (29/7/2026).

Siangapura (harianSIB.com)

Grup musik asal Inggris, Massive Attack, dijatuhi sanksi larangan memasuki Singapura setelah mengibarkan bendera Palestina dan menyampaikan pesan politik saat tampil di Star Theatre, Singapura, Rabu (29/7/2026). Otoritas setempat menilai aksi tersebut melanggar aturan ketat mengenai aktivitas politik dan penggunaan simbol negara asing di ruang publik.

Kepolisian Singapura (Singapore Police Force/SPF) pada Jumat (31/7/2026), sebagaimana dilansir Kompas.com, mengumumkan dua personel Massive Attack telah diberikan peringatan keras serta dilarang kembali memasuki Singapura.

Selain itu, Infocomm Media Development Authority (IMDA) memastikan tidak akan memberikan izin bagi Massive Attack untuk menggelar pertunjukan di Singapura pada masa mendatang.

Di Singapura, pengibaran bendera asing maupun penggunaan lambang negara tanpa izin merupakan tindakan yang dilarang berdasarkan aturan yang mengatur kebebasan berbicara dan berkumpul di tempat umum.

Baca Juga:
"Kepolisian memandang serius tindakan-tindakan yang berpotensi membahayakan kerukunan ras dan agama di Singapura dan mendesak masyarakat, termasuk warga asing, untuk menahan diri dari mengimpor politik asing karena hal ini dapat merusak kohesi sosial dan supremasi hukum kita," demikian pernyataan resmi kepolisian yang dikutip dari The Independent.

Polisi juga menegaskan, perdamaian serta kerukunan antarumat beragama dan antarras di Singapura merupakan hal yang tidak boleh dianggap remeh.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Menteri Israel Sebut Tidak Mungkin Damai dengan Palestina
Marak Politik Uang, Wakil Ketua MPR: Lapangan Demokrasi Kita ˋBecekˊ
Mantan Anggota DPR Fayakhun Divonis 8 Tahun, Hak Politik Dicabut
Jelang Pemilu 2019, Banyak Elite Terjebak Politik Olok-olok
3 Warga Singapura Didakwa Menyuap Pejabat Kedubes RI
Megawati: Ayo Wanita Indonesia Majulah, Jangan Tabu dengan Politik
komentar
beritaTerbaru