Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 03 Agustus 2026

Massive Attack Dilarang Masuk Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina di Atas Panggung

Redaksi - Senin, 03 Agustus 2026 08:52 WIB
144 view
Massive Attack Dilarang Masuk Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina di Atas Panggung
Foto: Dok/Kompas.com
Grup musik asal Inggris, Massive Attack, mengibarkan bendera Palestina saat tampil di Star Theatre, Singapura, Rabu (29/7/2026).

Massive Attack merupakan grup musik trip-hop yang dibentuk di Bristol, Inggris, pada 1988. Band ini digawangi Robert "3D" Del Naja dan Grant "Daddy G" Marshall, serta pernah diperkuat Andrew Vowles dan Adrian Thaws sebelum keduanya keluar pada 1999 dan 2016.

Sepanjang kariernya, Massive Attack telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Brit Award untuk Penampilan Dansa Inggris Terbaik pada 1996 dan Ivor Novello Award atas Kontribusi Luar Biasa terhadap Musik Inggris pada 2009.

Band tersebut juga dikenal aktif menyuarakan isu-isu politik. Pada April lalu, vokalis Robert Del Naja sempat ditangkap di London karena diduga menunjukkan dukungan terhadap organisasi yang telah dilarang pemerintah Inggris usai mengikuti aksi protes terkait Palestine Action.

Sepekan kemudian, Massive Attack turut menandatangani surat terbuka yang menyerukan boikot Eurovision 2026 karena tetap mengizinkan Israel berpartisipasi. Surat tersebut diinisiasi oleh No Music for Genocide bersama gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS), yang meminta European Broadcasting Union melarang lembaga penyiaran publik Israel, KAN, mengikuti ajang tersebut. Namun, Israel tetap tampil dalam kompetisi itu.

Pada awal 2026, Massive Attack merilis lagu pertama mereka dalam lebih dari satu dekade berjudul Boots on the Ground. Lagu hasil kolaborasi dengan Tom Waits itu disertai video musik yang menampilkan cuplikan demonstrasi anti-ICE di Amerika Serikat serta aksi Black Lives Matter setelah kematian George Floyd pada 2020.

Meski menghadapi larangan masuk Singapura, Massive Attack tetap melanjutkan tur internasasionalnya dengan jadwal konser di Korea Selatan dan Australia sepanjang bulan ini.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Menteri Israel Sebut Tidak Mungkin Damai dengan Palestina
Marak Politik Uang, Wakil Ketua MPR: Lapangan Demokrasi Kita ˋBecekˊ
Mantan Anggota DPR Fayakhun Divonis 8 Tahun, Hak Politik Dicabut
Jelang Pemilu 2019, Banyak Elite Terjebak Politik Olok-olok
3 Warga Singapura Didakwa Menyuap Pejabat Kedubes RI
Megawati: Ayo Wanita Indonesia Majulah, Jangan Tabu dengan Politik
komentar
beritaTerbaru