Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 18 Agustus 2026

Yordania Siapkan Proyek 120 Juta Dolar AS di Situs Pembaptisan Yesus

Redaksi - Sabtu, 15 Agustus 2026 20:29 WIB
348 view
Yordania Siapkan Proyek 120 Juta Dolar AS di Situs Pembaptisan Yesus
(harianSIB.com/Ist)
Tempat pembaptisan Tuhan Yesus di Sungai Jordan.

Amman(harianSIB.com)

Pemerintah Yordania memulai persiapan peringatan 2.000 tahun pembaptisan Yesus Kristus pada 2030 dengan proyek pengembangan senilai 120 juta dolar AS di kawasan Al-Maghtas atau Betania di Seberang Sungai Yordan.

Empat kesepakatan pengembangan lahan di sekitar Situs Pembaptisan itu ditandatangani pada 12 Agustus 2026 di bawah naungan Perdana Menteri Yordania Jafar Hassan. Proyek tersebut mencakup kawasan sekitar 1.400 dunum dan menjadi bagian persiapan nasional menuju peringatan dua milenium pembaptisan Yesus pada 2030 berdasarkan penanggalan tradisional Kristen.

Kantor Berita Petra melaporkan proyek itu dijalankan melalui kerja sama pemerintah, lembaga nasional, sektor swasta, dan mitra internasional.

Persiapan peringatan disebut berawal dari inisiatif Dewan Pemimpin Gereja di Yordania. Pada 18 Mei 2026, Raja Abdullah II mengarahkan pemerintah mengadopsi dan mendukung inisiatif tersebut, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur serta layanan operasional di Situs Pembaptisan.

Baca Juga:
Selanjutnya, pada 10 Agustus 2026, Jafar Hassan memimpin pertemuan pertama komite nasional yang bertugas mengoordinasikan persiapan. Komite itu melibatkan para menteri, pemimpin gereja, tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga terkait.

Al-Maghtas berada di tepian timur Sungai Yordan, sekitar sembilan kilometer di sebelah utara Laut Mati. Situs ini memiliki dua kawasan arkeologi utama, yakni Tell Al-Kharrar atau Bukit Elia dan kompleks gereja Santo Yohanes Pembaptis di dekat Sungai Yordan.

UNESCO memasukkan Al-Maghtas dalam Daftar Warisan Dunia pada 2015. Situs itu memiliki peninggalan masa Romawi dan Bizantium, termasuk gereja, kapel, biara, gua pertapaan, serta kolam pembaptisan.

Dari total anggaran yang direncanakan, sekitar 50 juta dolar AS dialokasikan untuk pembangunan museum pembaptisan seluas 5.500 meter persegi. Museum itu dirancang menyajikan sejarah dan makna religius Situs Pembaptisan melalui pameran khusus serta materi interpretasi.

Sekitar 40 juta dolar AS lainnya disiapkan untuk membangun desa terpadu bagi peziarah dan pengunjung. Kawasan itu direncanakan memiliki pusat penerimaan, pusat pengunjung, hotel, restoran, pertokoan, gereja, dan layanan pendukung lainnya.

Selain itu, 27 juta dolar AS dialokasikan untuk pembangunan jalan utama, jaringan air, sistem desalinasi dan irigasi, listrik, energi surya, serta penerangan jalan. Sebanyak 3 juta dolar AS disiapkan untuk pembangunan koridor hijau yang dirancang Royal Society for the Conservation of Nature.

Koridor hijau tersebut direncanakan berfokus pada perlindungan keanekaragaman hayati, perluasan tutupan vegetasi, dan pembangunan jalur berjalan kaki ekologis.

Pekerjaan awal museum dan desa peziarah ditargetkan dimulai paling lambat akhir kuartal pertama 2027. Pembangunan utama direncanakan berjalan pada akhir kuartal kedua 2027 dan ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2029.

UNESCO menegaskan suasana alam liar di sepanjang Sungai Yordan merupakan bagian penting dari keaslian Al-Maghtas. Pembangunan baru di zona penyangga juga perlu mengikuti pedoman konstruksi dan mempertimbangkan kajian dampak terhadap warisan budaya.

Pemerintah Yordania menyatakan proyek itu dirancang untuk menyeimbangkan pelestarian nilai sejarah dan agama, peningkatan pengalaman pengunjung, serta pembangunan ekonomi kawasan menjelang peringatan tahun 2030.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Trump Acuh Iran Tinggalkan Kesepakatan Damai
Iran Bombardir Pangkalan Udara AS di Yordania
Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza Ditunda
Prabowo Disambut Pengawalan F-16, Lawatan ke Yordania Perkuat Kemitraan Strategis
Tiba di Yordania, Raja Abdullah II Kendarai Mobil Antar Langsung Prabowo ke Hotel
Taklukkan Yordania, Indonesia ke Perempat Final AFC
komentar
beritaTerbaru