Taput(harianSIB.com)
Kabupaten Tapanuli Utara dan Toba di Sumatera Utara menyimpan jejak sejarah penting perjalanan masuk dan berkembangnya Kekristenan di Tanah Batak. Di balik hamparan bukit, lembah dan Danau Toba yang memukau, tersimpan kisah perjalanan iman yang telah berlangsung selama 165 tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah, budaya, serta identitas masyarakat Batak.
Hal ini diangkat dalam program Bingkai Sumatera DAAI TV bertajuk "Jejak Kristenan di Tanah Batak, Warisan Iman yang Terus Hidup" yang tayang Minggu (9/8/2026).
Program tersebut menelusuri sejumlah situs bersejarah, gereja dan kawasan yang menjadi saksi penyebaran Kekristenan, yang kini berkembang menjadi destinasi wisata religi dan wisata sejarah.
Salah satu lokasi yang disorot adalah Bukit Siatas Barita, tempat Salib Kasih berdiri megah sebagai penanda bermulanya Kekristenan di Tanah Batak. Di bukit inilah misionaris asal Jerman, Ingwer Ludwig Nommensen, dikisahkan berdoa saat pertama kali mengunjungi kawasan yang kini masuk wilayah Tapanuli Utara tersebut.
Baca Juga:
Nommensen menempuh perjalanan laut selama 142 hari dari Belanda setelah mempelajari bahasa Batak, dan memulai misinya di Tanah Sumatera pada usia 27 tahun. Meski sempat menghadapi penolakan dan ancaman dari raja-raja Batak,
Nommensen tidak menyerah.
Bekal kemampuan medis yang diperolehnya semasa sekolah pendeta menjadi salah satu jalan yang membuatnya diterima hingga akhirnya menetap di Huta Dame, Sait Ni Huta.
Editor
: Robert Banjarnahor