Tas Berisi HP dan Rp1 Juta Dicuri Saat Bawa Anak Berobat, Pelaku Ditangkap
Medan(harianSIB.com)Seorang pria pengangguran, Ari Zumarwan (39) diciduk personel Unit Reskrim Polsek Medan Area setelah mencuri tas milik s
Sedikitnya 27 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri menggunakan kendaraan di kompleks kepolisian yang juga terdapat masjid di Distrik Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, Jumat (18/9/2026).
Serangan terjadi sekitar pukul 13.15 waktu setempat, saat jemaah tengah melaksanakan salat Jumat. Sebuah mobil yang dipenuhi bahan peledak menabrak pintu masuk masjid yang berada di dalam kompleks markas kepolisian tersebut.
Ledakan dahsyat menyebabkan dinding kompleks runtuh dan bangunan masjid mengalami kerusakan parah. Suara ledakan bahkan dilaporkan terdengar hingga cukup jauh dari lokasi kejadian.
Serangan bom bunuh diri itu kemudian diikuti baku tembak setelah sejumlah pria bersenjata berusaha menerobos masuk ke kompleks kepolisian.
Baca Juga:Kepala Kepolisian Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Zulfikar Hameed, membenarkan terjadinya serangan tersebut. Sedikitnya 15 hingga 16 anggota kepolisian dilaporkan termasuk dalam korban tewas. Seorang anak berusia empat tahun juga menjadi korban.
Data korban dari sejumlah sumber berbeda. Dr Tahir Shah menyebut sedikitnya 15 jenazah dan lebih dari 50 korban luka telah dibawa ke rumah sakit, sebagaimana dilaporkan kantor berita dpa. Sementara itu, Al Jazeera melaporkan sedikitnya 75 orang terluka.
Pejabat senior penyelamatan, Bilal Faizi, mengatakan sebagian besar korban luka merupakan jemaah yang sedang berada di masjid ketika serangan berlangsung, menurut laporan The Associated Press.
Sedikitnya enam penyerang dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan aparat.
Faksi Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), yang dikenal sebagai Taliban Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok Ittehadul Mujahideen, yang disebut memiliki hubungan dengan komandan Taliban Hafiz Gul Bahadur, menyatakan berada di balik aksi bom bunuh diri itu.
Kohat berada di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, wilayah barat laut Pakistan yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu titik ketegangan antara Pakistan dan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di kawasan perbatasan.
Pemerintah Pakistan menuduh Taliban Afghanistan membiarkan TTP dan kelompok bersenjata lainnya menggunakan wilayah Afghanistan untuk melakukan serangan. Namun, pejabat di Kabul membantah tuduhan tersebut.
TTP merupakan kelompok yang berbeda dari Taliban Afghanistan, meski keduanya memiliki hubungan sebagai sekutu. Taliban Afghanistan kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021.
Michael Semple, profesor tamu di Queen's University Belfast dan mantan perwakilan Uni Eropa di Afghanistan, mengatakan serangan dengan tingkat kompleksitas seperti di Kohat membutuhkan persiapan, dukungan logistik, dan pelatihan.
Semple juga menyebut kelompok-kelompok bersenjata tersebut berupaya menggulingkan pemerintah Pakistan. Menurut dia, pola serangan tersebut berkaitan dengan tuduhan mengenai keberadaan tempat perlindungan bagi kelompok-kelompok militan di Afghanistan.
Ketegangan Pakistan dan Afghanistan dalam beberapa waktu terakhir juga diwarnai serangkaian serangan lintas perbatasan.
Sehari sebelum serangan di Kohat, sebuah bom yang dipasang di pinggir jalan menewaskan enam tentara dalam konvoi pasukan keamanan di Distrik Hangu, wilayah barat laut Pakistan.
Pada Kamis, pasukan pemerintah juga melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah dan menewaskan 10 orang yang diduga anggota Taliban, berdasarkan keterangan militer dan kepolisian.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan tersebut dan memerintahkan otoritas terkait mempercepat proses evakuasi serta penyelamatan korban.
Kementerian Dalam Negeri Pakistan menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut dan menegaskan aksi tersebut tidak akan melemahkan tekad bangsa Pakistan.(*)
Medan(harianSIB.com)Seorang pria pengangguran, Ari Zumarwan (39) diciduk personel Unit Reskrim Polsek Medan Area setelah mencuri tas milik s
Medan(harianSIB.com)Di tengah proses penahanan 8 terduga pelaku kericuhan Desa Matiti II di Polda Sumut, Kuasa Hukum kelompok Raja Bius Manu
Jakarta(harianSIB.com)Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mencopot Muhammad Masyhud dari jabatan Direktur Jenderal Perhubungan Lau
Jakarta(harianSIB.com)Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang menangkap pria berinisial RS (44) ka
Jakarta(harianSIB.com)KPK terus melakukan serangkaian penggeledahan terkait kasus dugaan suap pembukaan blokir hak guna bangunan (HBG) Summa
Pematangsiantar(harianSIB.com)SMAN 5 Pematangsiantar menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Sabtu(19/9/2026) di halaman sekol
Tanjungbalai(harianSIB.com)Video dan informasi mengenai sebuah mobil Toyota Rush putih yang diamankan warga di kawasan Rusunawa Kisaran, Kam
Medan(harianSIB.com)PSMS Medan membidik kemenangan perdana saat menjamu Persiku Kudus pada pekan kedua Liga 2 atau Championship 2026/2027 d
(harianSIB.com)Jakarta (harianSIB.com)Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan indikasi keterlibatan perusahaan milik pengusaha minyak Muhammad
Medan(harianSIB.com)Mangroves for Coastal Resilience Provincial Project Implementation Unit (M4CR PPIU) Sumut sebagai pelaksana program reha
Jakarta(harianSIB.com)Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan kabar terbaru mengenai kondisi Agnesia dan Febiona yang menjadi kor
Pakistan(harianSIB.com)Sedikitnya 27 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri menggunakan kendaraan di k