Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 19 September 2026

Bom Bunuh Diri Hantam Masjid di Kompleks Polisi Pakistan, 27 Orang Tewas

Redaksi - Sabtu, 19 September 2026 10:27 WIB
181 view
Bom Bunuh Diri Hantam Masjid di Kompleks Polisi Pakistan, 27 Orang Tewas
Foto: REUTERS/Stringer via CNBC Indonesia
Warga berkumpul di sebuah masjid yang rusak setelah serangan bunuh diri di fasilitas kepolisian di Kohat, Pakistan, pada 18 September 2026.

Pakistan(harianSIB.com)

Sedikitnya 27 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri menggunakan kendaraan di kompleks kepolisian yang juga terdapat masjid di Distrik Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, Jumat (18/9/2026).

Serangan terjadi sekitar pukul 13.15 waktu setempat, saat jemaah tengah melaksanakan salat Jumat. Sebuah mobil yang dipenuhi bahan peledak menabrak pintu masuk masjid yang berada di dalam kompleks markas kepolisian tersebut.

Ledakan dahsyat menyebabkan dinding kompleks runtuh dan bangunan masjid mengalami kerusakan parah. Suara ledakan bahkan dilaporkan terdengar hingga cukup jauh dari lokasi kejadian.

Serangan bom bunuh diri itu kemudian diikuti baku tembak setelah sejumlah pria bersenjata berusaha menerobos masuk ke kompleks kepolisian.

Baca Juga:
Kepala Kepolisian Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Zulfikar Hameed, membenarkan terjadinya serangan tersebut. Sedikitnya 15 hingga 16 anggota kepolisian dilaporkan termasuk dalam korban tewas. Seorang anak berusia empat tahun juga menjadi korban.

Data korban dari sejumlah sumber berbeda. Dr Tahir Shah menyebut sedikitnya 15 jenazah dan lebih dari 50 korban luka telah dibawa ke rumah sakit, sebagaimana dilaporkan kantor berita dpa. Sementara itu, Al Jazeera melaporkan sedikitnya 75 orang terluka.

Pejabat senior penyelamatan, Bilal Faizi, mengatakan sebagian besar korban luka merupakan jemaah yang sedang berada di masjid ketika serangan berlangsung, menurut laporan The Associated Press.

Sedikitnya enam penyerang dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan aparat.

Faksi Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), yang dikenal sebagai Taliban Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok Ittehadul Mujahideen, yang disebut memiliki hubungan dengan komandan Taliban Hafiz Gul Bahadur, menyatakan berada di balik aksi bom bunuh diri itu.

Kohat berada di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, wilayah barat laut Pakistan yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu titik ketegangan antara Pakistan dan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di kawasan perbatasan.

Pemerintah Pakistan menuduh Taliban Afghanistan membiarkan TTP dan kelompok bersenjata lainnya menggunakan wilayah Afghanistan untuk melakukan serangan. Namun, pejabat di Kabul membantah tuduhan tersebut.

TTP merupakan kelompok yang berbeda dari Taliban Afghanistan, meski keduanya memiliki hubungan sebagai sekutu. Taliban Afghanistan kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021.

Michael Semple, profesor tamu di Queen's University Belfast dan mantan perwakilan Uni Eropa di Afghanistan, mengatakan serangan dengan tingkat kompleksitas seperti di Kohat membutuhkan persiapan, dukungan logistik, dan pelatihan.

Semple juga menyebut kelompok-kelompok bersenjata tersebut berupaya menggulingkan pemerintah Pakistan. Menurut dia, pola serangan tersebut berkaitan dengan tuduhan mengenai keberadaan tempat perlindungan bagi kelompok-kelompok militan di Afghanistan.

Ketegangan Pakistan dan Afghanistan dalam beberapa waktu terakhir juga diwarnai serangkaian serangan lintas perbatasan.

Sehari sebelum serangan di Kohat, sebuah bom yang dipasang di pinggir jalan menewaskan enam tentara dalam konvoi pasukan keamanan di Distrik Hangu, wilayah barat laut Pakistan.

Pada Kamis, pasukan pemerintah juga melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah dan menewaskan 10 orang yang diduga anggota Taliban, berdasarkan keterangan militer dan kepolisian.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan tersebut dan memerintahkan otoritas terkait mempercepat proses evakuasi serta penyelamatan korban.

Kementerian Dalam Negeri Pakistan menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut dan menegaskan aksi tersebut tidak akan melemahkan tekad bangsa Pakistan.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hilang Usai Lapor Gangguan Navigasi, Puing Pesawat K2 Airways Berhasil Ditemukan
Indonesia Jadi Negara Ketiga Peluncuran Camalus, Bayer Bidik Produktivitas Petani Hortikultura
Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Tiba di Teheran, Iran Siapkan Prosesi Penghormatan Terakhir
AS - Iran Berdamai, Selat Hormuz Siap Dibuka
Baku Tembak Memanas di Pakistan, 22 Militan Tewas Seorang Anak Jadi Korban
Bom Bunuh Diri Guncang Masjid di Islamabad, 20 Tewas
komentar
beritaTerbaru