Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Kondisi Kemanusiaan di Yaman Memburuk

* Serangan Koalisi Saudi Sudah Tewaskan 500 Pemberontak Houthi
- Senin, 13 April 2015 11:48 WIB
484 view
 Kondisi Kemanusiaan di Yaman Memburuk
Para pendukung Houthi turun ke jalan, Sabtu (11/4) di Sanaa memprotes serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi.
New York (SIB)- Kondisi kemanusiaan di Yaman bertambah buruk jam-demi-jam, kata juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), kerusuhan menewaskan 643 orang dan melukai 2.226 orang antara 19 Maret dan 6 April, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam satu taklimat harian.

Ia mengatakan bentrokan besar dilaporkan terjadi di Aden, kota pelabuhan di Yaman, dalam 24 jam terakhir, dan petugas kesehatan serta relawan di Aden termasuk staf organisasi non-pemerintah Yaman, yang belum diketahui jumlahnya, diculik pihak yang berkonflik dan dibawa ke tempat yang belum diketahui.

Status para sandera belum diketahui dan perhatian sekarang ditujukan untuk mengetahui kondisi mereka, katanya seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Johannes Van Der Klaauw, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman, menyeru semua pihak memberikan jeda kemanusiaan dalam konflik itu supaya organisasi dan relawan kemanusiaan bisa dengan aman memberikan bantuan bagi orang-orang Yaman yang paling rentan.

Sementara itu bantuan medis darurat dan persediaan lain dari UNICEF tiba lebih awal pada Jumat di Sanaa International Airport. Sebanyak 16 metrik ton peralatan medis dan air yang sudah dikapalkan akan tersedia untuk mendukung keperluan organisasi itu di daratan Yaman.

Wakil WHO di Yaman Dr. Ahmed Shadoul mengatakan konflik itu sangat mempengaruhi Aden dalam tiga pekan belakangan. "WHO sangat ingin berusaha menjamin pemberian layanan dasar, tapi kami menghadapi masalah seperti listrik padam dan kekurangan bahan bakar sehingga menghambat pekerjaan yang dilakukan di rumah sakit," katanya. Menurut Program Pangan Dunia 12 juta orang kini menghadapi kerawanan pangan di Yaman, naik 13 persen sejak akhir 2014.

Tewaskan 500 Pemberontak

Ratusan pemberontak Syiah Houthi di Yaman menemui ajal dalam ribuan serangan udara Arab Saudi dan koalisi Timur Tengah. Serangan ini juga menewaskan ratusan warga sipil lainnya di Yaman. Diberitakan CNN, Kementerian Pertahanan Saudi, Sabtu (11/4) melaporkan bahwa lebih dari 500 Houthi tewas dalam serangan sembilan negara koalisi yang dipimpin Saudi.

Sebanyak 1.200 serangan udara telah dilancarkan sejak operasi ini dimulai pada 26 Maret lalu. Pejabat Kemhan Saudi, Ahmed Asiri mengatakan bahwa serangan mereka bertujuan untuk mencegah Houthi bergerak ke selatan Yaman. Pertempuran juga kini terjadi di dekat perbatasan Saudi-Yaman, tepatnya di wilayah wilayah Najran. Tiga orang tentara Saudi terbunuh dan dua lainnya terluka. Kementerian Kesehatan Yaman mengatakan bahwa serangan koalisi menewaskan 385 warga sipil, 342 lainnya terluka. WHO menetapkan angka korban yang lebih tinggi, yaitu 648 tewas dan 2.191 terluka, namun sudah termasuk militan.

Upaya evakuasi masih terus dilakukan oleh banyak negara untuk mengamankan warganya, tidak terkecuali Indonesia. Pemerintah RI telah menurunkan puluhan petugas untuk membantu evakuasi yang kini sudah berhasil memulangkan 1.036 orang. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah meminta kepada semua pihak di Yaman agar memberlakukan jeda kemanusiaan guna memberikan kesempatan bagi warga sipil dievakuasi keluar dari Yaman.

"Dalam hal ini Menlu telah memerintahkan Perwakilan Tetap RI di PBB untuk mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB mengeluarkan resolusi terkait jeda kemanusiaan (humanitarian pause). Kesempatan ini akan digunakan oleh Pemerintah RI untuk melakukan evakuasi WNI secepatnya dari Yaman," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.

Di tempat lainnya, para milisi Sunni yang mendukung Presiden Hadi menyerang dan menewaskan 12 pemberontak Houthi di jalan antara Taez menuju Lahj, saat mereka sedang dalam perjalanan menuju Aden. Konflik di Yaman terjadi setelah kubu pemberontak Houthi melengserkan Presiden Hadi. Hadi kemudian berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan mengungsi dari ibukota Sanaa dan mendirikan pusat pemerintahan di kota Aden. Operasi militer Saudi di Yaman kemudian dilakukan setelah Houthi terus bergerak mendekati kota Aden.

Sepak terjang kaum Houthi telah membangkitkan dugaan bahwa aksi mereka disokong oleh pemerintah Iran, yang juga beraliran Syiah. Namun, baik kaum Houthi dan Iran menepis dugaan tersebut. Meski demikian, ada kekhawatiran bahwa operasi militer Saudi dkk akan memicu konflik baru yang menyeret Iran. (AFP/dtc/Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru