Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Bocorkan Rahasia Negara, Wartawan Tiongkok Dipenjara

* Reporter ESPN Caci Maki Petugas Kasir
- Sabtu, 18 April 2015 10:14 WIB
391 view
 Bocorkan Rahasia Negara, Wartawan Tiongkok Dipenjara
SIB/AP Photo/Kin Cheung
Demonstran anti-Beijing berunjukrasa sambil membawa gambar waratwan Tiongkok Gao Yu di depan kantor penghubung pemerintah pusat di Hong Kong, Jumat (17/4). Pengadilan Tiongkok menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun kepada Gao Yu karena dituding me
Beijing (SIB)- Pengadilan Tiongkok menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun kepada seorang wartawan yang dituding membocorkan dokumen rahasia ke situs asing. Pengadilan di Beijing mengatakan, Gao Yu, 71, telah "menyerahkan rahasia negara kepada pihak asing secara ilegal"

Pemerintah Tiongkok belum mengkonfirmasi dokumen mana yang telah dibocorkan, namun diyakini hal itu berhubungan dengan dokumen strategi Partai Komunis yang dikenal sebagai "Dokumen No 9". Dikatakan dokumen itu memapar penegakkan ideologi dan pembatasan demokrasi, masyarakat sipil dan kebebasan pers. Amnesty International menyebut penahanan ini sebagai "penghinaan terhadap keadilan".

Gao adalah "korban kesewenang-wenangan undang-undang rahasia negara yang disusun dengan kalimat-kalimat kabur, yang digunakan untuk menindak para pegiat sebagai bagian dari "serangan terhadap kebebasan berekspresi" oleh pemerintah, kata William Nee, peneliti dari kelompok pemerhati HAM itu. Shang Baojun, salah seorang pengacara Gao, mengatakan mereka "sangat kecewa" dengan putusan tersebut dan akan mengajukan banding.

Gao ditahan pada bulan April 2014. Beberapa minggu kemudian, jaringan televisi pemerintah CCTV menayangkan video Gao, wajahnya nampak dikaburkan, memberikan pengakuan bahwa ia telah membuat "kesalahan besar". Pengacaranya mengatakan, Gao membuat pernyataan itu karena polisi mengancam anaknya. Wartawan ini kemudian diadili pada bulan November.

Sekarang ini ada 44 wartawan yang ditahan di penjara-penjara Tiongkok. Seorang pengacaranya yang lain, Mo Shaoping, mengatakan kepada BBC bahwa pengakuan paksa itu tidak sah dan justru merupakan dasar untuk banding.

Gao adalah wartawan perempuan yang sangat dihormati, yang laporannya dimuat media di Hong Kong dan tempat-tempat lainnya. Ia sudah pernah dipenjara pada tahun 1990-an. Saat itu ia dihukum karena mengirimkan sejumlah dokumen partai, termasuk pidato Presiden waktu itu, Jiang Zemin, ke sebuah koran Hong Kong.

Menurut Komite Perlindungan Wartawan (Committee to Protect Journalists, CPJ), Gao adalah satu dari 44 wartawan Tiongkok yang dipenjarakan. Menurut CPJ, Tiongkok adalah negara yang paling banyak memenjarakan wartawan.

Sementara itu seorang reporter televisi olahraga ternama ESPN terekam video tengah mencaci maki seorang karyawan perusahaan derek. Video tersebut beredar luas di internet dan akibatnya reporter cantik ini dijatuhi sanksi skorsing selama seminggu oleh kantornya.

ESPN mengumumkan penonaktifan Britt McHenry melalui akun Twitter-nya. Sedangkan McHenry menyampaikan permohonan maafnya lewat akun Twitter miliknya. Seperti dilansir CNN, Jumat (17/4), McHenry mengaku dia terbawa emosi dalam situasi tertekan saat melakukan kegiatan di Virgina.

"Saya mengatakan beberapa hal yang menghina dan sangat disesali," kicau McH1enry. "Meskipun saya sangat frustrasi, saya seharusnya memilih untuk tetap menghormati dan melakukan hal yang benar. Saya minta maaf atas tindakan saya dan akan belajar dari kesalahan ini," imbuhnya.

Dalam video yang berdurasi 1 menit yang direkam oleh kamera keamanan, McHenry terlihat kesal dan terdengar melontarkan caci maki kepada seorang petugas kasir dengan ekspresi datar. Wajah McHenry terlihat jelas dalam video tersebut, namun tidak wajah sang petugas kasir.

"Saya bekerja di berita. Saya akan (dia menyebut kata kasar) menuntut tempat ini," ucap McHenry mengawali omelannya. Si petugas kasir kemudian memberitahunya jika dia terekam kamera keamanan, yang ada di atasnya. Namun hal ini tidak menghalangi McHenry untuk terus mengomeli si petugas kasir. "Itulah mengapa saya sarjana dan Anda tidak," ujar McHenry dalam video tersebut. "Saya tidak akan bekerja di tempat jelek seperti ini. Ada di sini membuatku jijik," sambungnya.

Si petugas kasir kemudian mengatakan sesuatu soal rambut McHenry yang pirang dan rasnya. McHenry langsung menimpali dengan ketus: "Oh, seperti dirimu, karena mereka terlihat menakjubkan, karena saya bekerja di televisi dan Anda di trailer (dia kembali menyebut kata kasar). Turunkan berat badanmu."

McHenry tinggal di Washington dan insiden ini terjadi di wilayah Potomac River di Arlington. Video yang menampilkan caci maki McHenry ini pertama diposting di situs LiveLeak. Disebutkan bahwa insiden ini terjadi pada 5 April lalu. CNN berusaha mengubungi perusahaan derek di Arlington yang salah satu karyawannya dicaci maki oleh McHenry, namun tak ada tanggapan.

McHenry sendiri mulai bekerja sebagai reporter ESPN pada tahun 2014. Sebelumnya dia bekerja pada media lokal WJLA di Washington sejak tahun 2008. Selama bekerja di ESPN, McHenry mendapat pujian dari Wakil Presiden dan Direktur Berita ESPN Vince Doria karena berhasil melakukan wawancara dengan selebriti olahraga ternama di AS. (Detikcom/BBC/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru