Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Serang Yaman, Hizbullah Kecam Arab Saudi

- Senin, 20 April 2015 13:56 WIB
221 view
 Serang Yaman, Hizbullah Kecam Arab Saudi
Beirut (SIB)- Pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, mengecam serangan udara yang dilakukan pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman. Saat berbicara kepada ratusan pendukungnya dalam satu pertemuan terbuka, Nasrallah mengatakan tujuan sesungguhnya serangan udara tersebut ialah untuk memulihkan hegemoni Arab Saudi-AS atas Yaman.

Arab Saudi memelopori operasi militer koalisi mereka terhadap Kelompok Houthi, gerilyawan Syiah yang mendukung Iran di Yaman, sejak penghujung Maret 2015. Hal itu dalam upaya memulihkan kekuasaan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang kini tak berada di negerinya.

"Tiba waktunya bagi umat Muslim dan Arab untuk memberi tahu Arab Saudi cukup sudah semuanya. Ancaman sesungguhnya bagi kedua tempat suci umat Muslim di Arab Saudi berasal dari kelompok militan ISIS," kata Nasrallah, sebagaimana dikutip Xinhua, Sabtu (18/4).

"Sebagian besar suara di dunia telah menuntut diakhirinya perang itu dan menyerukan penyelesaian politik. Mereka yang memimpin perang ini harus memperlihatkan kerendahan hati dan mencari jalan ke luar," sambung pemimpin Hizbullah itu. Nasrallah sendiri menyatakan ingin Lebanon tetap menjauhkan diri dari krisis Yaman.

Sementara Presiden Mesir, Abdel-Fattah Al-Sisi, menegaskan jika negaranya tidak akan mengirim angkatan daratnya untuk menyerang Yaman. “Mesir hanya ikut dalam serangan udara dan laut,” ujar Sisi. “Kami akan terus pantau situasi di Yaman,” tambahnya. Pernyataan Presiden Mesir ini juga menepis rumor yang beredar jika Negeri Piramida itu akan mengirim angkatan daratnya ke Yaman.

Rumor mengenai pengiriman personel Angkatan Darat Mesir ke Yaman bermula dari sebuah gambar yang menunjukkan personel militer di dalam kabin pesawat, gambar itupun segera menyebar di media sosial bagi masyarakat di Mesir. Mesir merupakan salah satu negara yang mendukung serangan Arab Saudi ke Yaman. Negeri tersebut telah mengirimkan kapal perang dan jet tempurnya untuk menghancurkan Kelompok Houthi.

Sementara itu Pemerintah Arab Saudi berjanji akan melindungi pengiriman bantuan kemanusiaan senilai 274 dolar AS yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa bagi Yaman yang dilanda konflik. PBB mengatakan ratusan orang telah meninggal dan ribuan keluarga meninggalkan rumah-rumah mereka dalam perang itu.

Raja Salman menjanjikan bantuan kemanusiaan menyusul seruan PBB pada Jumat untuk penggalangan dana senilai 253 juta euro sebagai bantuan darurat bagi jutaan orang yang menjadi korban perang Yaman. Kerajaan itu "berdiri bersama saudara-saudara Yaman" dan berharap bagi "pemulihan keamanan dan stabilitas," demikian kantor berita Saudi SPA, yang mengutip satu pernyataan resmi.

Koordinator Kemanusiaan PBB Johannes Van Der Klaauw mengatakan dalam seruan tersebut: "orang-orang dari keluarga kurang mampu berjuang memperoleh akses kepada kesehatan, air, makanan dan bahan bakar--kebutuhan pokok untuk bertahan hidup." Bantuan terkendala masuk ke negara itu karena ada pembatasan yang diberlakukan oleh koalisi mengenai wilayah udara dan pelabuhan laut negara itu.

Para pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa September lalu dari benteng mereka di dataran tinggi dan kemudian bergerak maju ke arah kota Aden di bagian selatan Yaman. Mereka memaksa Presiden Abedrabbo Mansour Hadi menyelamatkan diri ke Riyadh. (Ant/AFP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru