Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Kapal Imigran dari Libya Tenggelam, 24 Orang Tewas

- Senin, 20 April 2015 13:58 WIB
161 view
Kapal Imigran dari Libya Tenggelam, 24 Orang Tewas
Roma (SIB)- Sebuah kapal yang mengangkut imigran tenggelam di utara laut Libya menewaskan 24 orang. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah karena kapal tersebut membawa 700 penumpang. Demikian dikatakan Penjaga Pantai Italia seperti dilaporkan kantor berita Associated Press, Minggu (19/4). Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi terburuk dalam krisis imigran Mediterania.

Penjaga Pantai dalam pernyataannya mengatakan kapal berbendera Portugal berhasil menyelamatkan 28 orang dari insiden yang terjadi dekat perairan Libya, sebelah selatan pulau Lampedusa, Italia. Jika terbukti ratusan orang tewas, maka bencana itu akan menjadi yang terburuk dalam krisis imigran, menjadikan total korban tewas menjadi lebih dari 1.500 jiwa sejak Januari 2015. Pejabat Italia membenarkan bahwa kapal-kapal angkatan laut mereka terlibat dalam operasi penyelamatan yang dikoordinasikan oleh penjaga pantai Italia. Namun perincian kejadian masih dievaluasi.

Kapal diyakini terbalik ketika para migran berpindah ke sisi lain dalam kapal yang telah kelebihan muatan itu. Keterangan pertama didapat oleh imigran yang selamat. Imigran bernama Sami itu, mengatakan sedikitnya ada 700 orang dalam kapal.

Penggulingan Moammar Kadhafi oleh kelompok pemberontak yang didukung Amerika Serikat (AS), telah membuat Libya menjadi negara gagal. Tidak adanya otoritas yang diakui di negara itu, seiring dengan konflik yang terus berlanjut, memunculkan kelompok penyelundup imigran dari Afrika dan Timur Tengah ke Eropa. Organisasi Migrasi Internasional (IOM) memperkirakan, ada 20.000 imigran telah mencapai pantai Italia, pada 2015.

Dalam insiden berbeda, polisi Italia menangkap sedikitnya 15 imigran dari Pantai Gading, Senegal, Mali, dan Guyana Bissau setelah membunuh 12 imigran dari Ghana dan Nigeria, dan membuang mereka ke laut. Peristiwa itu terjadi saat mereka berada di atas perahu menuju Italia. Para imigran ditangkap ketika tiba di Kota Sisilia dari Palermo. Mereka didakwa dengan "beberapa pembunuhan diperburuk dengan motivasi kebencian agama".

Ebrima Jaiteh, salah satu penumpang yang tiba di pelabuhan Sisilia Trapani, menggambarkan perjalanan tersebut seperti "neraka". Kekerasan pecah di sebuah perahu karet yang membawa 105 imigran Afrika di Laut Mediterania ke Italia lantaran kapal tersebut mulai tenggelam di laut.

Imigran dari berbagai bagian di Afrika menempuh perjalanan ke Italia dengan perahu dalam jumlah besar saban pekan. Perjalanan itu sering mengakibatkan bencana maritim besar. Dalam insiden terpisah awal pekan ini, hampir 10 ribu orang diselamatkan dari perahu yang tenggelam di perairan antara Libya dan Italia.

Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mencatat bahwa Italia dan Yunani adalah dua negara terbesar penerima pengungsi yang menerima atau menyelamatkan sekitar 31.500 orang sepanjang tahun ini saja. Namun angka-angka tersebut kemungkinan terus meningkat.

Meskipun angka yang terungkap cukup tinggi, UNHCR mencatat jumlah pasti pengungsi tidak diketahui lantaran banyak yang binasa di tengah laut tanpa sempat didokumentasikan. Setidaknya 500 orang diyakini tewas saat mencoba menyeberangi Laut Mediterania sejak awal Januari 2015. (AP/R16/vivanews/w)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru