Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 02 September 2026

Dianggap Musuh Presiden Erdogan, Polisi Turki Tangkap Puluhan Orang

- Sabtu, 23 Mei 2015 18:16 WIB
228 view
Dianggap Musuh Presiden Erdogan, Polisi Turki Tangkap Puluhan Orang
Ankara (SIB)- Kepolisian TurkiĀ  melancarkan operasi untuk menahan puluhan orang yang dianggap sebagai para pendukung ulama Fethullah Gulen, sekutu Presiden Tayyip Erdogan yang kini menjadi musuhnya. Mereka yang ditangkap termasuk para pengusaha.

Langkah yang dilakukan Erdogan ini difokuskan pada orang-orang yang diduga sebagai jaringan Gullen di kepolisian, kehakiman, media dan sebuah bank yang didirikan para pengikut Gullen yang kini bermukim di Amerika Serikat. Erdogan menuding Gulen mencoba menggulingkan kekuasaannya. Tuduhan ini telah dibantah oleh ulama ternama Turki tersebut.

Operasi kepolisian ini difokuskan di kota Konya, namun menyebar ke lebih dari 10 provinsi. Demikian diberitakan kantor berita Dogan seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (22/5). Disebutkan Dogan, 20 orang termasuk seorang mantan kepala kepolisian provinsi ditangkap dalam operasi ini.

"Saya ditahan. Kemungkinan karena kami bicara menyampaikan kebenaran. Ini bukan masalah," demikian bunyi pesan yang diposting di akun Twitter menggunakan nama dan bergambar Ercan Tastekin, mantan kepala kepolisian di provinsi Bingol, Turki timur. Diberitakan Dogan, operasi ini merupakan bagian dari penyelidikan atas apa yang disebut jaksa sebagai "kelompok teror Fethullah". Belum jelas tuduhan apa yang dijeratkan kepada mereka yang ditahan hari ini.

Kepolisian Turki menolak berkomentar mengenai operasi ini. Operasi ini dilancarkan hanya dua pekan menjelang pemilihan parlemen pada 7 Juni mendatang. Erdogan berharap pemilu tersebut akan memberikan jalan bagi reformasi konstitusional yang akan meningkatkan kekuasaan kepresidenannya.

Sebelumnya, Erdogan telah menyalahkan para pendukung Gulen di kepolisian dan kehakiman karena memicu penyelidikan korupsi yang mengguncang pemerintahannya pada akhir tahun 2013 lalu. Ribuan polisi, hakim dan jaksa pun kemudian dipindahkan dari posisi mereka atau dimutasi ke tugas lainnya. (Detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru